Kepala Kemenag Soppeng Diperiksa Kejaksaan terkait Kasus Dugaan Pungli Kenaikan Pangkat dan Bantuan Afirmasi

Selasa, 12 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGSAKU.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengusut dugaan pungutan liar (pungli) kenaikan jabatan di internal Kemenag Soppeng. Jaksa memeriksa 8 orang saksi, termasuk Kepala Kemenag Soppeng Afdal.

“Iya, ada 8 orang diperiksa dari Kemenag semua. Termasuk Kepala Kemenag (Soppeng),” ujar Kasi Intel Kejari Soppeng Musdar kepada detikSulsel, Senin (11/9/2023).

Musdar mengatakan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan pungli untuk pengajuan kenaikan pangkat golongan III/a hingga golongan IV. Pegawai yang hendak mengurus kenaikan pangkat diharuskan membayar.

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pungli yang kenaikan pangkat yang biaya pengurusannya sebesar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 750 ribu per orang. Pemeriksaan dilakukan (hari ini) sejak pukul 10.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita,” sebutnya.

Baca juga:  Tiga Terdakwa Korupsi Hilangnya 500 Ton Beras Bulog di Pinrang Dituntut 8 Tahun Penjara

Musdar menambahkan, ada dua laporan yang masuk di Kejari Soppeng soal Kemenag Soppeng yakni dugaan pungli dan bantuan afirmasi. Namun pemeriksaan kali ini masih terkait dugaan pungli.

“Ada dua yang laporan masuk, satunya afirmasi dan satunya lagi pungli. Untuk pemeriksaan hari ini kasus punglinya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Soppeng mengusut dugaan penyimpangan dana bantuan kinerja atau bantuan afirmasi (BKBA) dan bantuan ruang kelas baru (RKB) di Kemenag Soppeng. Sebanyak 20 kepala madrasah telah diperiksa.

“Kami sudah melakukan penyelidikan terkait BKBA dan RKB pada Kemenag Soppeng tahun anggaran 2022. Untuk bantuan BKBA ada 10 sekolah madrasah, dan bantuan RKB juga 10 sekolah madrasah,” ujar Musdar, Kamis (7/9).

Baca juga:  Kejati Sulsel Raih Penghargaan Terbaik 2 Penanganan Tipikor 2023

Musdar mengatakan kasus ini awalnya diselidiki oleh bidang intelijen Kejari Soppeng. Saat ini kasus tersebut dalam tahap penyelidikan dan akan ditangani oleh bidang pidana khusus (Pidsus).

“Berdasarkan hasil ekspose kami dari tim penyelidik bidang intelijen Kejari Soppeng telah melimpahkan dugaan perbuatan melawan hukum tersebut ke bidang tindak pidana khusus,” sebutnya.

 

Berita Terkait

Kasi Penkum Kejati Sulsel Menyerukan Budaya “siri” Solusi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Sulawesi Selatan
Kajati Sulsel Pimpin Rapat Koordinasi APIP – APH Penanganan Laporan Penyelenggara Pemda di Sulsel
Tim Tabur Intelijen Kejati Sulsel Tangkap Dua Terpidana Kasus Perzinaan
Djusman AR Dorong Kejari Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Makassar
Kejari Makassar Usut Penggunaan Dana Hibah KONI Makassar, Ini Kata Djusman AR
Instagram Hotman Paris Diserbu, Netizen Desak Beri Bantuan Hukum untuk @amyinbattle yang Bayinya Direbut oleh Pelakor
Soal Tambang, Bahlil Lahadalia Adukan Media Nasional Tempo.co ke Dewan Pers
Anak Pejabat Rudapaksa Mantan Pacar di Mobil Dinas, Polisi : Pelaku Sudah Berkeluarga

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024

Ratusan Loyalis antar Danny Pomanto Kembalikan Formulir Bacagub di Partai Hanura Sulsel

Minggu, 12 Mei 2024

Hadiri Musrenbangnas, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Pastikan Stadion Sudiang Dianggarkan APBN

Sabtu, 11 Mei 2024

Pegiat Anti Korupsi Djusman AR Dukung Ormas Advokasi Korban Longsor di Luwu Sulsel

Kamis, 9 Mei 2024

Breaking News! Innalillahi, Kades di Bone Ditemukan Meninggal Dunia di Salah Satu Kamar Hotel di Makassar

Senin, 6 Mei 2024

HUT Persaja ke-73, Kajati Sulsel Agussalim: Kerja Profesional dan Jaga Integritas

Senin, 6 Mei 2024

Peduli Bencana Luwu, KKLR Sulsel Gelar Open Donasi dan Kirimkan Bantuan

Minggu, 5 Mei 2024

LHD – SELLE Berpeluang Paket di Pilkada Soppeng

Minggu, 5 Mei 2024

MA Entertainment Gelar Pemilihan King and Queen Berbakat Sulsel di Hotel Arthama Makassar

Berita Terbaru