MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Ada kalanya sebuah pertemuan tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai yang membentuk perjalanan seseorang. Itulah yang tergambar dalam silaturahmi antara Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, dengan penggiat antikorupsi Djusman AR, di Makassar.
Suasana penuh keakraban mengiringi perbincangan keduanya. Di balik cerita masa lalu, terselip kebanggaan karena sama-sama memiliki ikatan keluarga dengan Desa Lapasu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Desa yang juga dikenal sebagai kampung kelahiran tokoh nasional H. M. Aksa Mahmud, sosok yang dikenang karena kerja keras, integritas, dan kontribusinya bagi bangsa.
Bagi Fadli Tahar, silaturahmi tersebut lebih dari sekadar temu kangen. Djusman AR merupakan sosok senior yang sejak lama dikenalnya sebagai pribadi yang konsisten mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap bentuk pengabdian.
“Hari ini kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk kembali belajar dari seorang senior. Beliau selalu mengingatkan saya agar jangan pernah ragu bekerja untuk kepentingan masyarakat, selama semuanya dilakukan dengan niat yang tulus dan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” kata Fadli.
Menurutnya, nasihat seperti itu memiliki makna yang semakin besar ketika dihadapkan pada tugas-tugas kemanusiaan yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan dalam mengambil keputusan.
“BPBD bekerja di tengah situasi yang sering kali penuh tekanan. Namun saya selalu percaya bahwa keberanian mengambil keputusan harus berjalan bersama integritas. Masyarakat membutuhkan tindakan yang cepat, tetapi setiap tindakan juga harus dapat dipertanggungjawabkan. Nilai itulah yang terus kami pegang,” ujar Fadli yang diterima Redaksi Bangsaku.co, Minggu (20/7/2026).
Fadli mengatakan, pertemuan dengan para senior merupakan ruang untuk menyegarkan kembali semangat pengabdian. Baginya, pengalaman hidup, nasihat, dan keteladanan adalah modal yang tidak kalah penting dibandingkan pengetahuan dan jabatan.
Silaturahmi itu pun menjadi simbol bahwa akar yang sama dapat melahirkan semangat yang sama. Dari Desa Lapasu, nilai-nilai tentang kejujuran, kerja keras, kepedulian, dan pengabdian terus hidup melalui generasi yang memilih jalan berbeda, namun tetap bermuara pada tujuan yang sama: menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan pelayanan publik saat ini, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun daerah tidak hanya membutuhkan kemampuan, tetapi juga karakter. Sebab, pengabdian yang paling kuat selalu lahir dari nilai-nilai yang terus dijaga, diwariskan, dan diamalkan sepanjang kehidupan.
(Rilis BPBD)
Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google New








































