Djusman AR Tantang Kapolda Sulsel Berantas Kosmetik Ilegal

Selasa, 23 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR mendesak Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan untuk menggerebek serta memberantas peredaran kosmetik ilegal di wilayah hukumnya Sulawesi Selatan.

Penegasan Djusman AR ini menyusul maraknya peredaran kosmetik kecantikan yang beredar luas di masyarakat diduga tanpa ada legalitas dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sudah bukan rahasia lagi, kata Djusman, kalau pebisnis kosmetik ilegal itu meraup keuntungan fantastis dengan cara mudah, tanpa ada tindakan dari aparat Kepolisian.

Kepolisian harus ingat tupoksinya sebagaimana instrumen Pasal 13 UU No 2 Tahun 2002 yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dan Paling terpenting diharapkan masyarakat adalah penegakan hukum bila terdapat suatu peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana.

”Video viral arisan Rp2,5 miliar yang menampakkan sejumlah ibu ibu di Makassar itu, beberapa diantaranya adalah owner kosmetik. Mereka memperlihatkan gaya hidup mewah tanpa memperhatikan kondisi masyarakat luas yang saat ini masih terdapat kurang mampu dan dalam kondisi butuh perhatian dan kepedulian. Dari mana mereka memperoleh kekayaan dengan cara singkat seperti itu. Aparat jangan tinggal diam. Saya menantang Kapolda Sulsel untuk mengusut bisnis bisnis mereka,” tegas Djusman.

Baca juga:  Polisi Sebut Peredaran Narkoba dalam Kampus di Makassar sudah Beredar Cukup Lama

Djusman menegaskan, tanpa mengabaikan azas praduga tak bersalah, sejumlah owner kosmetik di Sulawesi Selatan yang memperjualbelikan kosmetik serta krim kecantikan, diduga tidak memiliki legalitas BPOM, jelas mengarah pada tindak pidana, salah satunya dugaan manipulasi pajak.

Menurut Djusman, jika ditelaah, perputaran uang di bisnis kosmetik itu sangat fantastis. Bisa sampai miliaran rupiah per owner. Untuk mengidentifikasi dugaan manipulasi pajak mereka tak terlalu rumit. Cukup dikalkulasi berapa rerata omzet mereka dan berapa seharusnya pajak yang mereka setorkan ke negara. Djusman AR berharap, agar Kapolda Sulsel menindak tegas oknum oknum aparat yang diduga membekingi bisnis kosmetik ilegal tersebut.

Dugaan adanya oknum aparat yang membekingi para owner itu, bisa dilihat dari bebasnya para pebinis kosmetik menjalankan usahanya. Bahkan, mereka bertransaksi melalui siaran langsung di media sosoal.

Baca juga:  Buron 5 Tahun, Mantan Direktur RSUD Makassar Ditangkap di Jakarta Selatan

”Siapa pun aparat yang membekingi bisnis ilegal itu, harus ditindak tegas, kalau terbukti ya diberi sanksi tegas hingga pemecatan atau pencopotan,” tegas Bang Djus sapaan akrab Djusman AR.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya ada 10 owner kosmetik besar yang kini beroperasi di Sulsel. Diduga mereka membeli bahan racikan dari luar Sulawesi. Selanjutnya, diracik sendiri. Bahkan, beberapa owner itu memiliki home industri di Makassar dan Kabupaten Gowa. Mereka memproduksi sendiri dan memberikan label merek yang kebanyakan menggunakan singkatan nama dari ownernya.

Transaksi per-hari dalam penjualan produk kosmetik dilakukan dengan melakukan COD bagi reseller. Namun bagi tingkatan di atasnya lagi seperti Distributor, GM sampai Manager melakukan pemesanan barang dengan sistem transfer sesuai jumlah barang yang dipesan mulai dari ratusan dos sampai pada ribuan dos.

Bahkan, ada pula owner setelah membeli produk kosmetik dari Pulau Jawa sudah mempersiapkan mesin pengemas produk yang diberi label  dan diracik sendiri serta disembunyikan di suatu tempat.

(*)

Berita Terkait

Kejagung Bongkar Kasus Korupsi MBG, Ternyata Sudah Lama “Disenter”
Rakor PSN Pantai Utara Jawa, Koordinator I Jamdatung Kejagung Tekankan Kepastian Hukum dan Harmonisasi Reguslasi
Eks Menpora Dito Ariotedjo Dipanggil KPK Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Gelar Bimtek Pencegahan Koordinatir, Kemnaker Hadirkan Koordinator I JAMDATUN Bahas Peran JPN Dalam Peradilan TUN
Mobil Kader Demokrat Dibakar Oknum Anggota DPRD Sinjai, Pelaku Positif Narkoba
Desak Selesaikan Kasus Sengketa Tanah, APM Sulsel Geruduk Kantor Gubernur dan PN Makassar
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Reserse Narkoba Polres Nunukan dan 7 Polisi
Mantan Dirut PDAM Makassar Beni Iskandar Tegaskan Dana Cadangan Digunakan untuk Kegiatan Perusahaan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:01 WITA

Kejagung Bongkar Kasus Korupsi MBG, Ternyata Sudah Lama “Disenter”

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:05 WITA

Rakor PSN Pantai Utara Jawa, Koordinator I Jamdatung Kejagung Tekankan Kepastian Hukum dan Harmonisasi Reguslasi

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:40 WITA

Eks Menpora Dito Ariotedjo Dipanggil KPK Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 24 November 2025 - 15:31 WITA

Gelar Bimtek Pencegahan Koordinatir, Kemnaker Hadirkan Koordinator I JAMDATUN Bahas Peran JPN Dalam Peradilan TUN

Jumat, 7 November 2025 - 14:02 WITA

Mobil Kader Demokrat Dibakar Oknum Anggota DPRD Sinjai, Pelaku Positif Narkoba

Berita Terbaru