Kejati Sulsel Tangkap Terpidana Korupsi Pasar di Bone

Selasa, 16 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan bersama Kejari Bone berhasil mengamankan buronan asal Sulsel yang kabur ke Subang, Jawa Barat, pada, Senin (15/52023).

Buronan yang berhasil diamankan tersebut bernama BT yang merupakan terpidana Korupsi Pembangunan Pasar Dua Boccoe dan Pasar Bengo pada Dinas Perdagangan Dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2007.

“Akibat perbuatan korupsi yang dilakukan oleh terpidana menyebabkan kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 2.907.456.843,69 (dua milyar sembilan ratus tujuh juta empat ratus lima puluh enam ribu delapan ratus empat puluh tiga rupiah enam puluh Sembilan sen).” Terang Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi.

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Soetarmi, Perbuatan Terpidana terbukti melanggar Pasal 3 juncto 18 ayat (1) Undang-Undang Nomo 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2021 Juncto pasal 55 Ayat (1) ke-1 KHUPidana.

Baca juga:  Lanjutan Kasus PDAM Makassar, Terdakwa HYL dan IA belum dapat Hadirkan Ahli Dalam Persidangan

“Bahwa terpidana BT terbukti dan dinyatakan bersalah selanjutnya dijatuhi pidana berdasarkan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sesuai Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1325k/Pid.Sus/2014 tanggal 07 Juni 2015 dimana Terpidana harus menjalani hukuman pidana Penjara Selama 3 (Tiga) tahun dan denda sebesar Rp.150.000.000, (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) Subsidiair 2 (Dua) Bulan Kurungan.” Bebernya.

Sebelumnya kata Soetarmi, Terpidana BT telah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali, tetapi yang bersangkutan menghiraukan dan terkesan menyulitkan Jaksa sehingga Kejaksaan RI menetapkan terpidana sebagai buronan.

“Terpidana BT ditetapkan buronan oleh Kejari Bone sejak putusan pemidanaan dinyatakan Inkracht. Bahwa Terpidana selama pelariannya sebagai Buronan selalu berpindah-pindah kota,” Klaimnya.

Jadi mulanya, lanjut Soetarmi, domisili awalnya di komplek Tabaria Makassar kemudian berangkat ke Nganjuk Surabaya, terus pindah menetap di Jombang Jawa Timur, lalu Terpidana Kembali ke Makassar menetap di Perumahan Ciputra Gowa Sulsel, beberapa bulan terpidana kabur ke Subang tepatnya di Perumahan Puri Griya Cinangsih namun tim Tabur berhasil mendapatkan informasi keberadaan terpidana

Baca juga:  Djusman AR Desak Kejaksaan Segera Eksekusi Terpidana Kasus Ilegal Logging Oknum Anggota DPRD Soppeng

“Atas perintah Kejati Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, maka Tim Tangkap Buron (Tabur) Ewako Adhyaksa bergerak cepat memantau keberadaan terpidana selama 3 hari 3 malam hingga pada Pukul 23.15 Wib Tim Tabur berhasil mengamankan Terpidana di Jalan Raya Cijambe Tambak mekar Kecamatan Jalan cagak, Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat.” Jelas Soetarmi pada wartawan.

Sekitar pukul 03.20 Wib dan pada pukul 06.10 Wib Tim Tabur bersama Terpidana bergeser ke Makassar untuk selanjutnya diserahkan kepada Jaksa Eksekutor yang diterima langsung Kajari Bone dan Kasi Intel untuk pelaksanaan Eksekusi di Lembaga Pemasyarakatan Klas 2 A Watampone.” Tutup Soetarmi

Sementara itu, Kajati Sulsel Leonard Simanjuntak menghimbau kepada seluruh buronan agar menyerahkan diri karena tidak ada tempat yang aman bagi buronan,” tutup Eks Kajati Banten itu pada awak media.

 

Berita Terkait

Wakajati Sulsel Teuku Rahman Pimpin Penyembelihan Hewan Qurban 1445 H Tahun 2024 M di Kantor Kejati Sulsel
Kajati Sulsel Dampingi Badan Pemulihan Aset Kejagung RI Berikan Kuliah Umum di Unhas
Penanganan Korupsi Bansos Covid-19 Jalan di Tempat, Djusman AR: Polda Jangan Mandul
Ketua KONI Makassar Kirimkan Bunga Kajari, Djusman AR : Itu Mengerdilkan Independensi Kejaksaan
Agus Salim Resmi Lantik Wakajati dan 8 Kajari di Sulsel, Berikut Nama-namanya
Kajati Sulsel Agus Salim Ikuti Permohonan Pengajuan Restorative Justice 2 Kasus Penganiayaan
Jampidum Setujui Pengajuan Dua Perkara “Restorative Justice” di Sulsel
Plt JAM PIDUM Leonard Eben Ezer Simanjuntak dan Wakajati Sulsel Ikuti 3 Ekspose Perkara Pengajuan Restorative Justice, 2 Diterima dan 1 Ditolak

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024

PLN Masuk Jajaran 10 Besar Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune

Sabtu, 15 Juni 2024

Sambut Hari Raya Idul Adha 1445 H, PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik

Jumat, 14 Juni 2024

3.928 KK Warga Desa di Kecamatan Mappak dan Simbuang, Tana Toraja Akhirnya Bisa Nikmati Listrik PLN 24 Jam

Rabu, 12 Juni 2024

Mampu Kurangi 715 Ton Emisi Karbon, Teknologi PLTS Milik PLN Pasok 100% Energi Bersih bagi Masyarakat Pulau Bembe

Minggu, 9 Juni 2024

Melalui Program TJSL, PLN Dukung Pelaku UMKM Peroleh Sertifikat HAKI

Sabtu, 8 Juni 2024

Masifkan Penggunaan Energi Ramah Lingkungan, PLN Gelar PLN Mobile Fun Fest 2024

Jumat, 7 Juni 2024

Wujudkan Smart City di IKN, PLN Siapkan Jaringan Listrik Terintegrasi Layanan Teknologi Digital

Kamis, 6 Juni 2024

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ratusan Pegawai PLN Inisiasi Kegiatan Tanam Pohon Produktif, Bersih Pantai Sekaligus Pengolahan Sampah jadi Barang Bernilai Guna

Berita Terbaru

Keterangan Foto : Ilustrasi.

NASIONAL

165 Jemaah Haji RI Meninggal Dunia

Kamis, 20 Jun 2024