Penyidikan Kasus Bansos Covid Makassar Dinilai Mandul, Berikut Videonya

Jumat, 3 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Antikorupsi (KMAK) Sulawesi Selatan dan Barat, Djusman AR kembali menyoroti tindaklanjut kasus bantuan sosial (Bansos) Covid-19 Makassar yang ditangani Polda Sulsel.

Bang Djus sapaan Djusman AR mengatakan kasus ini terkesan mandul karena hingga saat ini belum terungkap ditangani pihak Polda Sulsel.

“Lagi-lagi itu yang selalu disampaikan penyidik, kita ketahui yang diperiksa itu sampai 80 orang bahkan sudah dinaikkan tahap penyidikan. Kalau sudah penyidikan lalu tidak ada tersangka, maka masyarakat akan pertanyakan, Kok kasus ini mandul ya,” ujar Djusman saat menjadi pembicara dalam Obrolan Malam Jumat (OMJ) di Kantor Harian Radar Makassar, Kamis (2/2/2023).

Dalam diskusi dengan tema “Pandemi Usai, Kasus Mark Up Sembako Covid-19 Mangkrak di Polda Sulsel”. Menurut dia, ketika kasus sudah masuk dalam tahapan penyidikan seharusnya sudah dapat memastikan tersangka dan jumlah kerugian negara.

Baca juga:  Kasus PDAM Makassar, Terdakwa HYL DKK Serahkan Duplik Ke JPU Kejati Sulsel

“Ketika audit investigatif dilakukan bukan berarti, baru mencari unsur kerugian, tapi untuk memastikan jumlah kerugian,” jelasnya.

“Jangan-jangan Polda ini ada keraguan, jangan sampai yang diperiksa kemarin dijadikan ATM berjalan,” sambung dia.

Ia menegaskan bahwa jika Penyidik terdapat keraguan, jangan seolah-olah ikut diam tanpa ada upaya untuk mengungkapkan kasus tersebut.

“Saya berharap kasus ini dibuka saja ke publik, alasan Audit sudah basi, kalau Audit belum keluar bagaimana tindak lanjut Polda,” pungkasnya.

Selain itu, Wakil Ketua ACC Sulawesi, Anggareksa mendorong kepada Polda Sulsel menetapkan tersangka tanpa harus berlama-lama menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

“Menurut kami pihak penyidik sudah bisa menetapkan tersangka dan adanya kerugian negara tanpa berlama-lama menunggu BPK,” ujar Angga sapaannya saat menjadi pembicara dalam Obrolan Malam Jumat (OMJ) di Kantor Radar Makassar, Kamis (2/2/2023).

Baca juga:  Kejagung: Total Gratifikasi Zarof Ricar Urus Perkara di MA Rp920 M

Ia mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi ini sudah lama bergulir dan seharusnya ada ketegasan dari Polda Sulsel untuk umumkan ke publik.

“Ini penanganan cukup lama, Penyidik itu dilakukan sejak Juni 2020. Kasus ini sudah tahap penyidikan tapi kenapa belum ada tersangkanya,” ungkapnya.

Sementara, AKP Polda Sulsel, Andi Husain mengatakan kasus dugaan korupsi tidak memakan waktu yang singkat, karena harus ada investigasi yang dilakukan.

“Kadang-kadang penanganan kasus korupsi ini agak lambat, penanganan butuh waktu cukup panjang, ada investigasi,” jelasnya.

Diketahui, dalam OMJ yang dilakukan Grup Media Harian Radar Makassar, Inikata.co.id dan Harian Disway Sulsel ini mengahdirkan tiga narasumber, yakni Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Antikorupsi (KMAK) Sulawesi Selatan dan Barat, Djusman AR, AKP Polda Sulsel, Andi Husain dan Wakil Ketua ACC Sulawesi, Anggareksa.

Berita Terkait

Kejagung Bongkar Kasus Korupsi MBG, Ternyata Sudah Lama “Disenter”
Rakor PSN Pantai Utara Jawa, Koordinator I Jamdatung Kejagung Tekankan Kepastian Hukum dan Harmonisasi Reguslasi
Eks Menpora Dito Ariotedjo Dipanggil KPK Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Gelar Bimtek Pencegahan Koordinatir, Kemnaker Hadirkan Koordinator I JAMDATUN Bahas Peran JPN Dalam Peradilan TUN
Mobil Kader Demokrat Dibakar Oknum Anggota DPRD Sinjai, Pelaku Positif Narkoba
Desak Selesaikan Kasus Sengketa Tanah, APM Sulsel Geruduk Kantor Gubernur dan PN Makassar
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Reserse Narkoba Polres Nunukan dan 7 Polisi
Mantan Dirut PDAM Makassar Beni Iskandar Tegaskan Dana Cadangan Digunakan untuk Kegiatan Perusahaan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:01 WITA

Kejagung Bongkar Kasus Korupsi MBG, Ternyata Sudah Lama “Disenter”

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:05 WITA

Rakor PSN Pantai Utara Jawa, Koordinator I Jamdatung Kejagung Tekankan Kepastian Hukum dan Harmonisasi Reguslasi

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:40 WITA

Eks Menpora Dito Ariotedjo Dipanggil KPK Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 24 November 2025 - 15:31 WITA

Gelar Bimtek Pencegahan Koordinatir, Kemnaker Hadirkan Koordinator I JAMDATUN Bahas Peran JPN Dalam Peradilan TUN

Jumat, 7 November 2025 - 14:02 WITA

Mobil Kader Demokrat Dibakar Oknum Anggota DPRD Sinjai, Pelaku Positif Narkoba

Berita Terbaru