MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Enam Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil menjadi 2 persen Ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia versi Standford University dan Elsevier BV.
Diantaranya yaitu :
1. Prof. Dr. Muhammad Alif K. Shide, S.Hut., M.Si.,
2. Prof. Dr. Eng. Mawardi Bahri, M.Si.,
3. Prof. Dr. Dahlang Tahir, M.Si.,
4. Prof. Anwar Mallongi, SKM., M.Sc., Ph.D.,
5. Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D.,
6. Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt.
Salah satu penelitian yang menarik yaitu dari Prof Firzan Nainu yang melakukan uji coba obat pada lalat dan menjadi yang pertama di Indonesia.
Menurut Prof Firzan, ide tersebut diperolehnya saat berkuliah di Jepang.
“Ini pula yang kadang membuat harga obat mahal, sehingga saya mencoba mencari alternatif yang dapat memudahkan peneliti dengan biaya yang tidak seberapa sehingga harga obat pun tidak melambung tinggi,” ucapnya saat ditemui disela-sela Konferensi Pers Unhas, Rabu (8/10/2025)
Menurut Prof Firzan, lalat memiliki kemiripan hingga 75 persen dengan manusia akan tetapi sudah banyak obat yang bisa diujikan seperti obat kanker, obat hati, diabetes, obesitas, kekebalan tubuh dan masih banyak lagi.
Saat ini, Prof Firzan terus melakukan pengembangan obat dengan lalat sebagai hewan uji coba.
Sekertaris Universitas Hasanuddin, Prof Ir. Sumbangan Baja mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya dini adalah bentuk kebermanfaatan Universitas bagi bangsa dengan melahirkan ilmuan dan peneliti yang dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat.
“Keberadaan Universitas haruslah bermanfaat bagi bangsa dan hal ini sesuai dengan beberapa pilar Unhas yakni melahirkan insan cerdas, kemaslahatan dan tata kelola,” ucapnya
Dengan diakuinya 6 dosen Unhas sebagai ilmuwan berpengaruh maka akan mengangkat nama Unhas dan akan lebih dikenal. “Ini membuat kita setara dengan kampus bergengsi di Jawa dan kita bisa dikenal dunia,” tandasnya.
(*)








































