UNHAS Perkuat Kolaborasi Internasional Kelautan Bersama SHOU dan GDOU

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO Di tengah dinamika pengelolaan sumber daya laut yang semakin kompleks, Unhas bersama Shanghai Ocean University (SHOU) dan Guangdong Ocean University (GDOU) menegaskan arah kolaborasi yang lebih konkret: membangun ekosistem inovasi berbasis sains yang berdampak langsung pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pertemuan tiga institusi ini merupakan implementasi diplomasi akademik. Juga ruang konsolidasi untuk menyatukan keunggulan masing-masing. Unhas dengan kekuatan riset tropis dan ekosistem pesisir Indonesia, SHOU dengan pengalaman teknologi kelautan, serta GDOU dengan kapasitas pengembangan perikanan modern, membentuk fondasi kerja sama yang saling melengkapi.

Agenda kolaborasi yang dibangun mencakup pengembangan program pertukaran mahasiswa, penjajakan _double degree_, hingga perluasan riset bersama yang terintegrasi. Ketiga institusi juga menyusun peta jalan kolaborasi hingga tahun 2028 sebagai panduan strategis untuk memastikan keberlanjutan program.

Di sisi lain, pendekatan yang diusung tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya menghadirkan luaran yang nyata bagi masyarakat. Kolaborasi ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan ilmu pengetahuan yang mampu menghasilkan solusi konkret, khususnya dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Baca juga:  Mahasiswa Unhas Raih Honorable Mention di International Mathematics Competition Bulgaria

Perspektif serupa juga disampaikan oleh Vice President Shanghai Ocean University, Prof. Weijie Ni. Ia melihat Unhas sebagai mitra strategis di kawasan Asia, dengan potensi besar dalam memperkuat riset bersama sekaligus membuka peluang mobilitas akademik yang lebih luas. Sinergi ini diyakini akan melahirkan inovasi teknologi kelautan yang tidak hanya relevan secara regional, tetapi juga berkontribusi pada isu global.

Salah satu fokus utama kolaborasi adalah pengembangan konsep _marine ranching_ berbasis sains. Program ini dipadukan dengan agenda nasional seperti Kampung Nelayan Merah Putih, sehingga menghasilkan pendekatan yang akademis dan juga aplikatif. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan.

Momentum penting dalam kerja sama ini ditandai melalui pelaksanaan _Unveiling Ceremony for the Establishment of a Stock-Enhancement-Oriented Marine Ranch_. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi simbol dimulainya fase implementasi kolaborasi berbasis riset dan inovasi teknologi untuk penguatan stok sumber daya perikanan.

Melalui platform _marine ranching_, ketiga universitas mengintegrasikan berbagai pilar tridarma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—dalam satu ekosistem kolaboratif. Model ini diharapkan menjadi contoh pengembangan kawasan pesisir berbasis ilmu pengetahuan yang adaptif dan berkelanjutan.

Baca juga:  FIKP Unhas Rayakan Dies Natalis ke-29 dengan Berbagai Prestasi Gemilang dalam Bidang Kelautan dan Perikanan

Rangkaian kegiatan kolaborasi juga diperkuat melalui kunjungan lapangan ke Kepulauan Spermonde. Delegasi meninjau langsung implementasi artificial reef di Pulau Bonetambung, pengembangan budidaya ikan komersial di Pulau Barrang Caddi, serta fasilitas hatchery di Pulau Barrang Lompo yang menjadi pusat program stock enhancement FIKP Unhas. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata bagaimana riset dapat dihubungkan langsung dengan kebutuhan lapangan.

Keseluruhan inisiatif ini semakin mempertegas posisi Universitas Hasanuddin sebagai salah satu pusat unggulan riset kelautan di Indonesia yang aktif membangun jejaring global. Kolaborasi dengan SHOU dan GDOU tidak hanya memperluas horizon akademik, tetapi juga menghadirkan model kerja sama internasional yang berorientasi pada solusi.

Pertemuan antara delegasi Shanghai Ocean University, Guangdong Ocean University, dan pimpinan Universitas Hasanuddin berlangsung di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, pada Selasa (23/6/2026).

 

 

(kdp)

Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News

Berita Terkait

Rusunawa Unhas Dikosongkan, Unhas Tetap Beri Dukungan kepada Mahasiswa Difabel
Hilirisasi Riset FKM Unhas Berdayakan Penyandang Diabetes melalui Inovasi Jus Belimbing Wuluh Bernilai Ekonomi
Buah Kerja Keras dan Doa Orang Tua, Audry Aisyah Pratiwi Raih Gelar Ners Cum Laude di Unhas
Melalui SPPG di Kampus, Unhas Tampilkan Smart Practice Penyiapan Gizi
Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan
Peringati Hari Lahir Pancasila, Rektor Unhas Tegaskan Peran Kampus dalam Menjaga Nilai Kebangsaan
Bangku Kastrad HIMAKAHA Unhas, Dosen Hukum Unhas Muslim Haq Bekali Mahasiswa Teknik Advokasi Isu Strategis
Sri Asmidar Asmiddin Raih Gelar Doktor Bidang Administrasi Publik di Unhas

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:05 WITA

UNHAS Perkuat Kolaborasi Internasional Kelautan Bersama SHOU dan GDOU

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:02 WITA

Hilirisasi Riset FKM Unhas Berdayakan Penyandang Diabetes melalui Inovasi Jus Belimbing Wuluh Bernilai Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:16 WITA

Buah Kerja Keras dan Doa Orang Tua, Audry Aisyah Pratiwi Raih Gelar Ners Cum Laude di Unhas

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:15 WITA

Melalui SPPG di Kampus, Unhas Tampilkan Smart Practice Penyiapan Gizi

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:55 WITA

Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan

Berita Terbaru