MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memimpin transformasi digital dan menghadirkan solusi atas isu-isu sosial di dunia pendidikan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menggelar program EDUMIND Wellbeing & AI Camp 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 21 hingga 23 Juli 2026 di Hotel Harper Makassar, Sulawesi Selatan ini mengangkat fokus utama pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak untuk membangun ekosistem sekolah yang aman, sehat, dan berdaya.
Inisiatif strategis dari Telkom ini hadir sebagai jawaban atas tantangan krusial di lingkungan pendidikan, seperti maraknya perundungan (bullying), kesehatan mental peserta didik, hingga kebutuhan integrasi teknologi secara etis. Melalui program ini, Telkom merangkul dan mengolaborasikan berbagai pihak mulai dari pemerintah, praktisi psikologi, hingga pihak industri untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan nyaman.
Sebagai pemilik program (program owner), Telkom menghadirkan rangkaian solusi inovatif berbasis teknologi yang diperkenalkan selama camp, antara lain pemanfaatan AI untuk deteksi dini kondisi psikologis siswa, kemudahan sistem pelaporan kasus perundungan secara responsif, penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta optimalisasi AI dalam proses pembelajaran positif.
Program Lead / PIC Telkom, Aline Zivana, menegaskan bahwa urgensi penyelenggaraan program ini berangkat dari maraknya kasus perundungan yang membutuhkan penanganan terstruktur berbasis teknologi dan edukasi holistic.
”Banyak kasus bullying di sekolah yang terjadi saat ini, tidak hanya antarsiswa tetapi juga melibatkan tenaga pendidik. Oleh karena itu, Telkom merancang program ini agar diikuti secara beriringan oleh siswa dan guru, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman, dan saling menghargai,” ungkap Aline Zivana.
Aline menambahkan bahwa posisi Telkom sebagai enabler teknologi bertujuan untuk menghadirkan AI sebagai instrumen pelindung dan penunjang, bukan pengganti peran manusia.
“Kami di Telkom merangkul teknologi AI untuk melakukan pencegahan dan penanganan berbagai persoalan di lingkungan sekolah secara lebih cepat dan tepat. Teknologi ini hadir bukan untuk menggantikan peran guru maupun orang tua, melainkan sebagai alat bantu (tool) yang memperkuat pengawasan, deteksi dini, serta menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih sehat, aman, dan inklusif bagi seluruh siswa,” tegasnya.
Melalui EDUMIND Wellbeing & AI Camp 2026, Telkom Indonesia menegaskan peran sentralnya tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur konektivitas, tetapi juga sebagai motor penggerak yang aktif menciptakan solusi digital berdampak sosial tinggi.
Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan sekolah yang unggul secara akademik sekaligus aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi muda di era kecerdasan buatan.
(tas)
Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google New










































