MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumhamimipas), Yusril Ihza Mahendra, memperingatkan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal sayembara penangkapan begal.
Yusril mengingatkan agar Dedi Mulyadi tak membuka sayembara penangkapan begal.
Menurutnya, sayembara itu dikhawatirkan mendorong masyarakat melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Kalau saya boleh menyampaikan nasihat dengan segala hormat kepada Pak Gubernur Jawa Barat, sebaiknya jangan membuka sayembara seperti itu karena dikhawatirkan akan mendorong masyarakat melakukan tindakan main hakim sendiri,” kata Yusril saat ditemui pada Jumat (24/7/2026).
Ia khawatir orang yang sebenarnya bukan begal malah menjadi korban kekerasan lantaran disangka pelaku kejahatan.
“Misalnya ada hadiah Rp5 juta atau Rp10 juta, orang bisa saja kemudian membawa senjata dan berjaga-jaga untuk menangkap begal. Yang dikhawatirkan, orang yang sebenarnya bukan begal justru dipukuli karena dikira begal,” ujarnya.
Yusril menegaskan, penanganan tindak pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian.
Ia juga menekankan bahwa asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi dalam setiap proses penegakan hukum.
(kdp)
Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News









































