Kejati Sulsel Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif PT Pegadaian Cabang Rantepao

Kamis, 17 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR BANGSAKU.CO – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) telah menaikan status dua orang saksi menjadi tersangka dan melakukan penahanan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Kantor PT Pegadaian Cabang Rantepao Tahun 2021-2022.

Dua tersangka dalam kasus tersebut yaitu, inisial HM selaku Kepala Unit Bisnis Mikro PT Pegadaian Cabang Rantepao dan WAN selaku tenaga pemasaran Kantor PT Pegadaian Cabang Rantepao.

Penetapan itu, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Nomor: 201/P.4/Fd.1/08/2023 tanggal 16 Agustus 2023. Nomor : 200/P.4/Fd.1/08/2023 tanggal 16 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selnjutnya Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah melakukan Penahanan terhadap tersangka HM berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor: Print- 145/P.4.5/Fd.1/08/2023 tanggal 16 Agustus 2023, selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 16 Agustus sampai 4 September 2023 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas 1A Makassar.

“Sedangkan terhadap tersangka WAN ditahan dalam perkara lain di Rutan Klas IIB Makale Kabupaten Tana Toraja,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmin saat konferensi pers, Rabu 16 Agustus 2023.

Baca juga:  Kajati Sulsel Mengikuti Launching Kanal Lapdu Jaga Desa - Hotline Direktorat B Kejaksaan RI

HM dan WAN ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan setelah penyidik memperoleh dua alat bukti yang cukup, terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi penyaluran kredit di kantor PT Pegadaian Cabang Rantepao Tahun 2021-2022.

“Bahwa terjadi perbuatan melawan hukum atas penyaluran kredit pada Kantor PT Pegadaian Cabang Rantepao tahun 2021 s/d 2022 yang berpotensi menimbulkan kerugian Negara sekitar Rp1.218.419.490,- (Satu milyar dua ratus delapan belas juta empat ratus sembilan belas ribu empat ratus sembilan puluh rupiah),” ungkap Soetarmi.

HM sebagai Kepala Unit Bisnis Mikro bersama-sama dengan WAN sebagai Tenaga Pemasar di Kantor Cabang PT Pegadaian Rantepao, telah melakukan perbuatan berupa, Kredit Fiktif tanpa BPKB, Kredit Fiktif BPKB Arsip dan Kredit Unprosedural untuk penggunaan pribadi.

Penanganan Kredit Bermasalah/Penarikan Kendaraan, Penggelapan Klaim Asuransi Mikro dan Menahan Angsuran.

Bahwa terhadap perbuatan para tersangka tersebut disangkakan dengan, Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana, Jo.Pasal 64 KUHPidana.

Baca juga:  Kejati Sulsel Hadirkan 3 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi PDAM Makassar

Subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.Pasal 55 ayat (1) Ke- 1 KUHPidana, Jo Pasal 64 KUHPidana.

Pasal sangkaan, PRIMAIR: Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-undang RI Nomor : 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP.

Subsidair: Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor : 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP.

 

(*)

Berita Terkait

Kajati Agus Salim Berikan Apresiasi Tim Tabur Intelijen Kejati Sulsel yang Berhasil Menangkap Buronan Kasus Korupsi dan Buronan Penyelundup BBM
Agus Salim Tutup Turnamen Sepakbola Kajati Sulsel Cup I 2024 di Kota Malili Luwu Timur
Kasi Penkum Kejati Sulsel Menyerukan Budaya “siri” Solusi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Sulawesi Selatan
Kajati Sulsel Pimpin Rapat Koordinasi APIP – APH Penanganan Laporan Penyelenggara Pemda di Sulsel
Tim Tabur Intelijen Kejati Sulsel Tangkap Dua Terpidana Kasus Perzinaan
Djusman AR Dorong Kejari Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Makassar
Kejari Makassar Usut Penggunaan Dana Hibah KONI Makassar, Ini Kata Djusman AR
Instagram Hotman Paris Diserbu, Netizen Desak Beri Bantuan Hukum untuk @amyinbattle yang Bayinya Direbut oleh Pelakor

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024

Diskominfo Makassar Sambut Kunjungan Kerja Kadiskominfosantik Palu, Puji CCTV Lorong

Minggu, 19 Mei 2024

Presiden Jokowi Undang Khusus Danny Pomanto Jamu Makan Malam Peserta World Water Forum 2024 di Bali

Rabu, 1 Mei 2024

Diskominfo Makassar Ingatkan Warga Pentingnya Keamanan Digital di Era Modern

Jumat, 26 April 2024

Dinas Kominfo Makassar Dorong Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat Promosikan Lorong Wisata

Kamis, 4 April 2024

Gelar Buka Bersama, Plt Kadis Kominfo Makassar Ismawaty Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Senin, 1 April 2024

Plt Kadiskominfo Makassar Hadiri Acara Silaturahmi dengan APJII: Jembatan Kolaborasi untuk Keamanan Internet

Minggu, 28 Januari 2024

Diskominfo Makassar Galang Semangat Pemilu Damai di Car Free Day

Minggu, 28 Januari 2024

Diskominfo Makassar Ajak Milenial Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

Berita Terbaru