Mahasiswa KKNT Unhas Edukasi Warga Pesisir Parepare Soal Bahaya Sampah bagi Kesehatan

Selasa, 12 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE, BANGSAKU.CO – Sampah bukan sekadar masalah estetika, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Hal itu menjadi pesan utama yang disampaikan Muhammad Zuhair Yasin, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Hasanuddin (Unhas), saat memberikan edukasi di kawasan wisata “Pantaiku,” Kelurahan Cappagalung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sabtu (26/7/2025).

Dalam paparannya, Zuhair menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang buruk dapat memicu berbagai penyakit. Sampah organik yang menumpuk menjadi sarang bakteri, jamur, dan virus, penyebab iritasi kulit, gatal, hingga infeksi jamur akibat kontak langsung atau air yang tercemar.

“Lalat, tikus, dan kecoa yang berkembang biak di sampah dapat membawa kuman ke makanan dan minuman, menimbulkan penyakit pencernaan seperti diare, disentri, tipes, bahkan kolera,” jelasnya.

Baca juga:  Unhas Luncurkan Teknologi Ohmic untuk Hasilkan Kopi Premium di Desa Baderan, Situbondo

Zuhair juga memperingatkan bahaya pembakaran sampah secara terbuka yang menghasilkan polutan beracun seperti dioksin, furan, dan partikel PM2.5. Zat ini dapat memicu gangguan pernapasan, termasuk asma dan bronkitis. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti baterai bekas bahkan bisa mencemari tanah dan air, masuk ke rantai makanan, dan berisiko menyebabkan keracunan atau penyakit kronis.

Tidak kalah penting, tumpukan sampah menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus demam berdarah dengue (DBD).

Menyikapi hal itu, Zuhair mengajak masyarakat pesisir untuk menerapkan prinsip 3R — Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Ia menekankan pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal pencegahan.

Baca juga:  Unhas Peringkat 3 Nasional, Loloskan 38 Tim ke Pimnas 2024

“Langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar bagi lingkungan bersih dan sehat di masa depan,” tegasnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga yang hadir. Mereka mengaku lebih memahami hubungan antara kebersihan lingkungan dan kesehatan, serta termotivasi untuk mulai mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah.

 

(*)

Berita Terkait

Dari Laboratorium Menuju Pasar, Unhas Kantongi Izin Edar BPOM untuk 15 Produk Inovasi
Unhas dan Tiran Group Bahas Kemitraan Strategis melalui TIRAN Campus Connect 2026
Rektor Unhas Lakukan Restrukturisasi untuk Perkuat Internasionalisasi melalui Kemitraan dan Sinergi Alumni
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa Resmi Lantik Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026–2030
Dari Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Menjangkau yang Berhak
UNHAS Perkuat Kolaborasi Internasional Kelautan Bersama SHOU dan GDOU
Rusunawa Unhas Dikosongkan, Unhas Tetap Beri Dukungan kepada Mahasiswa Difabel
Hilirisasi Riset FKM Unhas Berdayakan Penyandang Diabetes melalui Inovasi Jus Belimbing Wuluh Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:24 WITA

Dari Laboratorium Menuju Pasar, Unhas Kantongi Izin Edar BPOM untuk 15 Produk Inovasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:07 WITA

Unhas dan Tiran Group Bahas Kemitraan Strategis melalui TIRAN Campus Connect 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:19 WITA

Rektor Unhas Lakukan Restrukturisasi untuk Perkuat Internasionalisasi melalui Kemitraan dan Sinergi Alumni

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:25 WITA

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa Resmi Lantik Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026–2030

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WITA

Dari Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Menjangkau yang Berhak

Berita Terbaru

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA