Bawaslu Sebut Safari Anies Tak Etis, Relawan KITA Sindir Balik Bawaslu

Minggu, 18 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, BANGSAKU.CO – Juru Bicara Relawan Koalisi Indonesia Teman Anies (KITA), Andi Batara memprotes pernyataan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada saat Konferensi Pers di Jakarta, 15 Desember 2022 lalu.

Dalam jumpa pers tersebut, Bawaslu menilai kunjungan Anies Baswedan ke berbagai daerah merupakan tindakan kurang etis. Aktivitas Anies yang selalu disambut antusias warga saat berkunjung dinilai Bawaslu sebagai kampanye terselubung.

Andi Batara menuturkan, persoalan etis dan kurang etis tidak sepantasnya diucapkan oleh lembaga negara seperti Bawaslu.

“Bawaslu sebagai Lembaga pengawas seharusnya bicara tentang aturan, bukan beropini,” kata Andi Batara dalam keterangan tertulisnya ke media di Jakarta, Ahad 18 Desember 2022.

Kekeliruan Bawaslu yang menyebut kunjungan Anies ke berbagai daerah sebagai tindakan yang kurang etis justru terkesan tidak etis bagi sebuah lembaga negara.

“Pernyataan Bawaslu seolah-olah Bawaslu juga ingin bermain dan terlibat pada konflik pendukung Anies dengan bakal calon lainnya,” kata Andi Batara.

Andi Batara menilai, aktivitas Anies Baswedan ke berbagai daerah tentu harus dilihat berbeda dengan aktivitas yang dilakukan oleh bakal calon lainnya seperti Ganjar. Anies yang bukan lagi pejabat publik jelas berbeda dengan Ganjar yang masih menjabat sebagai Gubernur. Dari sudut pandang ini, teramat jelas jika Anies tentu jauh lebih leluasa untuk beraktivitas dibanding bakal calon lainnya.

Baca juga:  Pakar Sebut Raffi Ahmad Tak Pantas Pakai Pelat RI 36, Berikut Penggunaan Plat RI Sesuai Aturan

Anggapan bahwa Anies melakukan kampanye terselubung tentu tidak bisa dinilai dengan indikator apapun. Anies juga tidak menggunakan fasilitas negara saat berkunjung ke daerah-daerah.

“Lagi pula Bawaslu belum mampu menjelaskan batas-batas aktivitas yang masuk kategori kampanye dan silaturahmi. Apalagi masa kampanye belum tiba,” tambahnya.

Apalagi, lanjut Andi Batara, aktivitas silaturahmi Anies ke berbagai daerah tidak merugikan negara sehingga Bawaslu tidak perlu gelisah. Akhirnya, Bawaslu membentuk kesan tidak utuh dalam melihat kenyataan di lapangan.

“Jika Bawaslu betul-betul berkomitmen menindak dugaan pelanggaran pemilu, maka bawaslu tidak hanya menegur Anies. Bawaslu seharusnya menegur calon lainnya seperti Ganjar, Puan Maharani, Muhaimin, Prabowo, bahkan Presiden yang juga dinilai publik melakukan aktivitas politik praktis dan terkesan curi start hingga melakukan kampanye terselubung,” ujar Andi Batara.

Baca juga:  Kapolri: Sampai Saat Ini Pengamanan KTT G20 Berjalan Lancar dan Tak Ada Gangguan

Misalnya, saat Relawan Jokowi menggelar acara Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno pada 26 November 2022 dimana Jokowi saat itu hadir langsung.

Jokowi yang masih berstatus Presiden menghadiri kegiatan yang tentu bermuatan politis, namun tidak dikomentari oleh Bawaslu, KPU, DPR dan lembaga lainnya.
Begitupun juga Prabowo, Muhaimin, Ganjar, dan Puan Maharani, yang masih berstatus pejabat publik sekaligus ketua partai, seringkali bersafari politik dibalik kunjungan kerjanya, namun luput dari komentar Bawaslu.

“Andai Anies Baswedan adalah Jokowi, maka apakah Bawaslu tetap berani menegur Anies,” ungkapnya.

Bawaslu, lanjut Andi Batara semestinya berterima kasih kepada Anies Baswedan karena aktivitas Anies bersama Partai pengusung sebenarnya memberikan Pendidikan politik yang positif kepada masyarakat.

Kunjungan Anies yang mempersatukan perbedaan dengan pesan-pesan positif justru harus diapresiasi Bawaslu. Anies Baswedan telah memikul sebagian tugas Bawaslu yakni menciptakan kondisi tahapan pemilu yang sejuk dan damai.

“Anies Baswedan tidak hanya memberikan Pendidikan politik yang baik sesuai keinginan Bawaslu, tetapi juga memberikan teladan kepada bakal calon yang lain,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru

PEMKOT MAKASSAR

DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:25 WITA

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA