Ramadhan Mencekam di Al-Aqsa

Minggu, 10 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Al - Aqsa.

Masjid Al - Aqsa.

BANGSAKU.CO – Muncul kekhawatiran baru akan meluasnya kekerasan, khususnya di Yerusalem, selama bulan suci Ramadan mendatang. Ini disinyalir dapat terjadi akibat pembicaraan gencatan senjata masih sulit dicapai.

Hamas telah mengulangi seruan kepada warga Palestina untuk meningkatkan kunjungan ke Masjid Al-Aqsa. Namun Israel menuduh Hamas “berusaha untuk mengobarkan konflik di wilayah tersebut selama Ramadhan.”

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat ibadah umat Islam yang berada di Yerusalem. Namun situs tersebut juga merupakan tempat paling suci dalam Yudaisme, yang dikenal sebagai Temple Mount. Di sana sering menjadi titik konflik ketika Israel-Palestina bergejolak.

Laporan BBC International menyebut pekan ini halaman Masjid Al-Aqsa masih tampak tenang, tetapi pikiran jamaah Palestina disebutkan telah tertuju pada perang.

“Orang-orang tidak ingin merayakan dan menikmati tradisi Ramadhan yang biasa,” kata seorang wanita bernama Ayat terkait situasi saat ini. “Tahun ini, mereka tidak akan melanjutkannya karena apa yang terjadi di Gaza.”

Harapan bahwa gencatan senjata selama 40 hari dapat berlaku pada awal Ramadan telah memudar. Ini terjadi meskipun sumber-sumber Mesir mengatakan para mediator akan kembali bertemu dengan delegasi Hamas pada Minggu untuk mencoba mencapai kesepakatan dengan Israel.

Baca juga:  Kasi Ekbang Kelurahan PAI Hadiri Pengembangan Potensi Data Koperasi dan UMKM di Hotel Melia Makassar

“Ramadhan ini akan sulit. Bagaimana kita bisa berbuka puasa dan makan setiap hari ketika kita memikirkan rekan-rekan kita di Gaza,” komentar warga bernama Abu Nader. “Kami berdoa kepada Tuhan untuk waktu yang lebih baik.”

Polisi Israel selalu terlihat tersebar di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa yang luas dan menempatkan petugas di setiap gerbang untuk mengontrol akses.

Sejak Israel merebut Yerusalem Timur, termasuk bagian Kota Tua ini, dari Yordania dalam Perang Timur Tengah tahun 1967 dan menduduki serta mencaploknya, situs tersebut telah menjadi simbol utama perjuangan Palestina secara lebih luas.

Pada tahun 2000, kunjungan pemimpin oposisi Israel saat itu, Ariel Sharon ke puncak bukit suci tersebut dipandang sebagai pemicu utama perlawanan Palestina kedua atau intifada kedua, yang oleh orang Palestina disebut sebagai “Intifada al-Aqsa”.

Sering terjadi bentrokan antara pasukan keamanan Israel dan jamaah Palestina, terutama selama berlangsungnya bulan Ramadhan.

Ketegangan juga meningkat setiap kali ada pawai nasionalis Israel di Kota Tua. Ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap seruan dari kelompok sayap kanan Israel untuk mengubah aturan status quo agama yang sangat sensitif dan telah lama ada di situs tersebut, yang mengizinkan pengunjung Yahudi tetapi tidak mengizinkan orang Yahudi untuk berdoa.

Baca juga:  Relawan Perubahan Sulsel Resmi Dukung Danny - Azhar di Pilgub

Pada Mei 2021, ketegangan yang meningkat di Yerusalem meletus dan kekerasan di Al-Aqsa. Hamas kemudian menembakkan roket ke Yerusalem, yang menyebabkan perang singkat di Gaza serta kerusuhan yang meluas antara warga Yahudi dan Arab Israel.

Tahun lalu, ketika Ramadan bertepatan dengan hari raya Paskah Yahudi, beredar laporan bahwa ekstremis Yahudi berencana melakukan ritual pengorbanan seekor kambing di Temple Mount.

Karena tidak mempercayai polisi Israel untuk mencegah hal tersebut, ratusan Muslim membarikade diri mereka di al-Aqsa dan granat kejut digunakan untuk melawan mereka.

Tahun ini, Ramadan tidak bertepatan dengan hari raya besar Yahudi, tetapi bagaimana pelaksanaan Ramadan kali ini sangat bergantung pada kejadian di Gaza serta pembatasan yang diberlakukan oleh Israel.

SUMBER : CNBC

Berita Terkait

Wali Kota Makassar Dukung Rencana Sekolah Unggulan SMP-SMA Berbasis Asrama Disdik Sulsel di Gedung MULO
Ketika Doamu Tembus Langit! Bapak Ini Lolos dari Razia Polisi
Camat Biringkanaya dan Lurah Pai Sambut Kunjungan Kapolrestabes Makassar di SPPG Kemala Bhayangkari
Wakajati Sulawesi Utara Ferry Tass Dt. Toembidjo Pimpin Upacara HUT Persatuan Jaksa Indonesia ke-75
Perkuat Daya Saing Lulusan, Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa Lakukan Benchmarking Kurikulum dan Inisiasi Riset di Poltekpar Makassar
Diskusi Departemen Ilmu Politik Unhas Bersama Imparsial Soroti Ancaman Remiliterisasi dan Lemahnya Akuntabilitas Peradilan Militer
Wali Kota Makassar Ikuti Rakor Nasional Percepatan Implementasi PSEL Bersama Menko Pangan
Appi Perkuat Soliditas Kader Golkar Makassar, Target Tambah Kursi DPRD di Pemilu 2029

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:57 WITA

Wali Kota Makassar Dukung Rencana Sekolah Unggulan SMP-SMA Berbasis Asrama Disdik Sulsel di Gedung MULO

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:58 WITA

Ketika Doamu Tembus Langit! Bapak Ini Lolos dari Razia Polisi

Senin, 11 Mei 2026 - 11:23 WITA

Camat Biringkanaya dan Lurah Pai Sambut Kunjungan Kapolrestabes Makassar di SPPG Kemala Bhayangkari

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:08 WITA

Wakajati Sulawesi Utara Ferry Tass Dt. Toembidjo Pimpin Upacara HUT Persatuan Jaksa Indonesia ke-75

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:57 WITA

Perkuat Daya Saing Lulusan, Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa Lakukan Benchmarking Kurikulum dan Inisiasi Riset di Poltekpar Makassar

Berita Terbaru

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA