MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat berlangsung dengan suasana yang berbeda dan penuh keprihatinan.
UPTD SLB Negeri Lutang yang terletak di Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, menjadi sorotan setelah mengalami penyegelan oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan.
Momentum yang seharusnya menjadi hari refleksi dan semangat mencerdaskan generasi bangsa justru berubah menjadi hari yang penuh haru bagi para guru dan siswa.
Penyegelan tersebut dilakukan dengan alasan tertulis “AHLI WARIS MENYEGEL GEDUNG SDLB, PULUHAN TAHUN MENEMPATI TIDAK ADA PENYELESAIAN”.
Namun, tindakan penyegelan sepihak ini dinilai sangat memprihatinkan karena secara langsung mengganggu proses belajar mengajar di sekolah negeri yang selama ini menjadi tempat pengabdian dalam mencerdaskan anak bangsa, khususnya anak berkebutuhan khusus.
Kondisi ini menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik dan tenaga pendidik.
Aktivitas belajar yang seharusnya berjalan normal menjadi terhenti, sementara para siswa kehilangan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Banyak pihak berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara bijak tanpa mengorbankan kepentingan pendidikan.
Guru SLB Lutang Majene, Sulbar, Firmansyah menyampaikan harapannya agar pemerintah segera turun tangan menangani persoalan ini.
Ia bahkan berharap perhatian langsung dari Prabowo Subianto agar masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat.
Harapannya, kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung seperti sediakala dan para siswa bisa kembali merasakan suasana pendidikan yang aman dan nyaman.
(tas)
Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News








































