MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Menutup evaluasi kinerja triwulan pertama tahun 2026, Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, S.E, mengambil langkah persuasif namun tegas demi menjaga estetika wilayah.
Dalam pertemuan khusus usai apel pagi, seluruh operator kebersihan dari 9 kelurahan dikumpulkan untuk merespons temuan banyaknya petugas lapangan yang tidak disiplin.
Dalam arahannya, Andi Syahrir menekankan bahwa performa petugas kebersihan selama tiga bulan terakhir menjadi catatan serius. Berdasarkan hasil pengawasan kolektif, ditemukan adanya ketidakkonsistenan antara pelaporan absensi dengan realita kebersihan di lapangan.
Camat Mariso, didampingi Sekcam Andi Muhammad Kamil Yamin dan Plt. Kasi Kebersihan Rusdi, menginstruksikan tiga poin utama dalam penegakan disiplin:
Penguatan Fungsi Kontrol: Operator kelurahan diwajibkan melakukan validasi ketat terhadap absensi dan laporan kerja harian.
Sanksi Berjenjang: Tidak ada lagi ruang bagi pembiaran. Petugas yang lalai akan melalui tahapan teguran lisan, teguran tertulis, hingga pemutusan hubungan kerja.
Rekrutmen Berbasis Kinerja: Pihak kecamatan tidak ragu untuk melakukan pergantian personil (rekrutmen ulang) guna mendapatkan petugas yang memiliki etos kerja tinggi.
“Kita harus tegas. Jika tidak mampu bekerja sesuai aturan, maka harus diberikan teguran bahkan pemberhentian. Kita butuh petugas yang mampu bekerja sesuai harapan demi optimalnya kebersihan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Andi Syahrir.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kecamatan dalam memberikan pelayanan publik yang prima. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan masalah tumpukan sampah dan minimnya kehadiran petugas di titik-titik krusial dapat segera teratasi.
Optimasi ini bukan sekadar mengejar target administratif, melainkan upaya kolektif untuk memastikan warga Kecamatan Mariso dapat menikmati lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sepanjang tahun 2026.
(kdp)
Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News








































