Di Tengah Rapat Strategis, Koordinator I JAMDATUN Ingatkan Makna Syukur dan Amanah Jabatan

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, BANGSAKU.CO — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Aula Lantai 22 Gedung Kejaksaan Agung RI berubah menjadi lebih khidmat. Di tengah agenda strategis Rapat Koordinasi antara Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN) dengan Direksi PT. Indonesia Financial Group, hadir momentum spiritual yang membekas mendalam.

Pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 16.30 WIB hingga menjelang Maghrib, forum resmi kenegaraan itu diperkaya dengan siraman rohani oleh Koordinator I pada JAMDATUN Kejaksaan Agung RI, H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo.

Beliau menyampaikan kultum Ramadhan bertajuk:

“Hakikat Mensyukuri Nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala”
Dengan suara tenang namun penuh penekanan makna, beliau mengajak para pejabat eselon II dan III untuk merenungi kembali esensi jabatan sebagai amanah Ilahi, bukan sekadar legitimasi struktural.

“Nikmat terbesar dalam kehidupan seorang aparatur negara bukanlah jabatan itu sendiri, melainkan kesempatan untuk menghadirkan keadilan dan kemaslahatan. Syukur itu bukan retorika, tetapi integritas yang hidup dalam setiap keputusan.”

Beliau menegaskan bahwa rasa syukur sejati melahirkan keberanian moral, keberanian untuk tetap lurus dalam tekanan, tetap adil dalam kepentingan, dan tetap rendah hati dalam kewenangan.

Baca juga:  Kasus Penyakit Pernapasan HMPV Meningkat di China-Malaysia

“Jika kita benar-benar mensyukuri nikmat Allah, maka kekuasaan tidak akan membuat kita tinggi hati, dan tanggung jawab tidak akan membuat kita goyah. Jabatan adalah ujian syukur, bukan simbol kemuliaan.”

Kultum tersebut tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga membangun kesadaran etis dan profesionalisme aparatur penegak hukum.

Namun yang membuat suasana semakin hidup, kultum yang padat substansi itu disampaikan dengan gaya khas beliau, penuh energi, komunikatif, dan diselingi humor segar yang memancing gelak tawa bahagia para hadirin. Ruang aula yang sebelumnya formal mendadak terasa hangat dan cair, tanpa kehilangan kedalaman pesan.

Di sela tausiyahnya, beliau bahkan menyelipkan pantun kekinian yang mengundang senyum sekaligus renungan:

Pergi ke kantor naik kendaraan,

Berkas menumpuk jangan jadi beban.

Kalau jabatan penuh godaan,

Syukur jadi benteng, iman jadi pegangan.

Disusul pantun yang semakin menyegarkan suasana:

Buka puasa minumnya kurma,

Duduk bersama penuh ceria.

Nikmat Allah janganlah lupa,

Amanah dijaga sampai akhir usia.

Gelak tawa yang pecah di ruangan tidak mengurangi kekhidmatan, justru memperkuat daya serap pesan yang beliau sampaikan. Humor menjadi jembatan, nilai menjadi fondasi.

Baca juga:  Aksi Bersihkan Pantai Manado Saat Momen Hari Peduli Sampah Nasional

Sebagai Niniak Mamak Minangkabau dengan gelar adat Dt. Toembidjo, beliau menautkan nilai keislaman dengan falsafah luhur Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menegaskan bahwa hukum, adat, dan agama harus berjalan dalam satu nafas moral yang sama.

Keberadaan beliau di forum tersebut semakin lengkap dengan kapasitas akademiknya sebagai Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin, merepresentasikan perpaduan antara kedalaman ilmu, kematangan kepemimpinan, dan keteguhan spiritual.

Kultum itu menjadi titik hening yang bermakna di tengah dinamika pembahasan strategis korporasi negara. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap kebijakan dan keputusan hukum, ada nilai pertanggungjawaban vertikal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Menjelang azan Maghrib berkumandang, suasana Aula Lantai 22 tidak hanya dipenuhi rasa lapar yang tertahan, tetapi juga kesadaran baru tentang makna amanah dan syukur dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ramadhan di Kejaksaan Agung RI sore itu bukan sekadar berbuka puasa, melainkan momentum menguatkan jiwa, meneguhkan integritas, dan meninggikan nilai pengabdian.

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru