GOWA, BANGSAKU.CO – Dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas), SMP Askari Palangga Kabupaten Gowa menggelar Pelatihan Penerapan Pembelajaran Student-Centered bagi para guru Penjas, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung pada hari (isi tanggal kegiatan) ini diikuti oleh seluruh guru Penjas di lingkungan sekolah.
Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Melalui model student-centered, peserta didik didorong untuk lebih aktif, kritis, dan kreatif dalam mengikuti proses belajar.
Pendekatan ini dinilai sangat relevan karena mampu meningkatkan motivasi belajar, terutama pada mata pelajaran Penjas yang menuntut keterlibatan fisik dan interaksi langsung.
Kepala SMP Askari Palangga dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu komitmen utama sekolah.
“Guru yang adaptif dan inovatif akan melahirkan peserta didik yang percaya diri dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk mempersiapkan pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan,” ujarnya.
Selama pelatihan, para guru mendapatkan materi teori dan praktik, mulai dari strategi pembelajaran aktif, perancangan aktivitas berbasis proyek, teknik asesmen autentik, hingga simulasi pembelajaran di lapangan.
Para peserta juga terlibat dalam diskusi mengenai tantangan yang sering muncul dalam pembelajaran Penjas serta berbagai solusi kreatif yang dapat diterapkan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para guru. Mereka menilai bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Penjas sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih kolaboratif dan kondusif bagi siswa.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, SMP Askari Palangga Kabupaten Gowa berharap para guru dapat mengimplementasikan pendekatan student-centered secara konsisten di kelas.
Harapannya, pembelajaran Penjas tidak hanya berfokus pada keterampilan fisik, tetapi juga mampu mengembangkan karakter, kreativitas, dan partisipasi aktif peserta didik.








































