Kejati Sulsel Kembali Tetapkan 2 Tersangka terkait Kasus Tambang Pasir Takalar

Senin, 8 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Kasus Tambang Pasir Kabupaten Takalar memasuki babak baru. Kejati Sulsel Kembali menetapkan tersangka baru pada kasus tersebut.

Kejati Sulsel kali ini menetapkan dua tersangka. Keduanya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Takalar.

Asisten Pidana Khusus (As Pidsus) Kejati Sulsel Yudi Triadi di depan awak media mengatakan, keduanya adalah Juharman dan Hasbullah.

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyidik Kejati Sulsel telah menaikkan status dua orang saksi menjadi tersangka dalam perkara tindak pidana penyimpangan penetapan nilai pasar atau harga pasir laut daerah Kabupaten Takalar dalam kegiatan penambangan pasir laut T.A 2020 atas nama tersangka Juharman dan Hasbullah,” ujar Yudi saat press rilis di Kejati Sulsel pada Senin (8/5/2023) malam.

Dikatakan Yudi, Juharman merupakan mantan kepala bidang pada Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Takalar tahun anggaran 2020.

Adapun Hasbullah, kata Yudi, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pajak dan Retribusi Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar tahun anggaran 2020.

Baca juga:  Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak Buka Kegiatan Pra Musrenbang Tahun 2023

“Keduanya ditetapkan tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka Kejati Sulsel, 8 Mei 2023, setelah penyidik mendapatkan minimal dua alat bukti yang sah. Sebagaimana yang diatur dalam pasal 184 ayat 1 KUHP,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan pada kedua tersangka, Kejati Sulsel menggiring keduanya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar.

Untuk diketahui, penurunan nilai pasar pasir laut dalam SKPD yang diterbitkan oleh Terdakwa Gazali Mahmud sebelumnya, tidak terlepas dari peran dan kerja sama yang dilakukan oleh Juharman pada PT. ALEFU KARYA MAKMUR, dan Hasbullah pada PT. BANTENG LAUT INDONESIA.

Berdasarkan informasi, dari penyimpangan yang terjadi pada penetapan harga dasar pasir laut tersebut, mengakibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar mengalami kerugian dengan nilai total sebesar Rp. 7 miliar.

Hal tersebut sesuai dengan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Penyimpangan Penetapan Harga Jual Pasir Laut Pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Takalar Dalam Kegiatan Penambangan Pasir Laut TA. 2020 Nomor : 700.04/751/B.V/ITPROV tanggal 03 Februari 2023.

Baca juga:  Sulsel Berduka, Menantu Walikota Makassar Danny Pomanto Pulang Kampung Bantu Korban Banjir di Enrekang

Sebelumnya, pada kasus yang sama Gazali Mahfud yang sebelumnya berstatus saksi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Kejati Sulsel.

“Dalam Kegiatan Penambangan Pasir Laut Tahun Anggaran 2020 atas nama tersangka Gazali selaku Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Tokalar tahun 2020 ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (30/3/2023).

Dikatakan Leonard, Gazali ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan Nomor 67/P 4/Fd 1/03/2023 tanggal 30 Maret 2023.

Dari informasi yang dihimpun fajar.co.id, Gazali ditetapkan tersangka juga setelah penyidik mendapatkan minimal dua alat buin sah sebagaimana yang diatur dalam pasal 154 ayat (1) KUHAP telah ditetapkan sebagai tersangka.

 

Berita Terkait

Lantik DPD GRIB Jaya Sulsel, Zulkarnaen : Jaga Nama Baik Organisasi
Kajati Sulsel Bersama Jajaran Gelar Tausiah Pentingnya Kesadaran Berqurban
Jelang Pilkada – Pilgub di Sulsel, ini Kata Tokoh Pegiat Anti Korupsi Djusman AR
Pengprov Perbakin Sulsel Kembali akan Gelar Pelatsar Berburu ke-VI 2024
Dokter Abdul Rahman Rauf Terpilih secara Aklamasi sebagai Ketua KKLT Periode 2024-2029
Soal Gelembungkan Suara Caleg, ini Kata Ketua KPU Bone Yusran Tajuddin
H Amran Mahmud Ngopi dan Didaulat jadi Iman Sholat Maghrib di Kedai Tujuh Belas, Ini Pernyataannya Soal Pilkada Wajo 2024
Kajati Sulsel Agus Salim Hadiri Supervisi dan Bimtek Optimalisasi Penyelesaian Uang Pengganti yang Diputus Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 1971

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024

PDAM Pengerjaan Pompa di IPA III Antang Selesai, Tekanan Debit Air Dinormalkan Bertahap

Kamis, 13 Juni 2024

Produksi Air Bersih Sementara Dihentikan, PDAM Makassar Akan Lakukan Perbaikan Pompa Air Baku di IPA III Antang

Selasa, 11 Juni 2024

Maintenance Trafo di IPA 5 Somba Opu, PDAM Makassar Akan Lakukan Pengerjaan 2 Buah Trafo Secara Bergantian

Senin, 10 Juni 2024

Jelang Porpamnas VIII di Makassar, Beni Iskandar Pimpin Panitia Daerah Audiensi dengan Wali Kota Makassar

Minggu, 9 Juni 2024

Dirut Perumda Air Minum Makassar Beni Iskandar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua DPP Perpamsi Bidang Kelembagaan

Minggu, 9 Juni 2024

Dirum PDAM Makassar Dampingi Wali Kota dan Ketua TP PKK Tinjau Persiapan Lomba Kelurahan Terpadu

Kamis, 30 Mei 2024

Beni Iskandar Hadiri Rakor Lomba Kelurahan Terpadu

Selasa, 21 Mei 2024

Kebocoran Pipa Terjadi di Jalan Dr Leimena, PDAM Makassar Sarankan Pelanggan Menampung Air Sebelum Proses Pengerjaan

Berita Terbaru