BARRU, BANGSAKU.CO — Tim dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pelatihan Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Deep Learning Berbantuan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru di UPTD SDN 150 Barru.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan.
Pelatihan yang digelar pada Juli 2025 ini diikuti oleh para guru dari berbagai jenjang kelas di SDN 150 Barru. Kegiatan berlangsung interaktif dengan pendekatan workshop, di mana para peserta tidak hanya mendapatkan teori tentang konsep pembelajaran berbasis deep learning, tetapi juga langsung berlatih menggunakan berbagai platform AI untuk membantu merancang RPP yang adaptif dan kreatif.
Ketua tim pelaksana, Dr. Lukman, S.S., M.Ag., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat transformasi digital pendidikan di sekolah dasar. “Guru perlu memahami bagaimana AI dapat menjadi mitra dalam merancang pembelajaran yang bermakna, menantang, dan kontekstual. Pendekatan deep learning memungkinkan peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif,” ujarnya.
Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran. Salah satu guru peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana AI dapat membantu mempercepat dan mempermudah proses penyusunan RPP tanpa mengurangi nilai pedagogisnya.
Tim PKM UNM juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan melalui coaching clinic daring agar para guru dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan. Melalui kegiatan ini, UNM berharap dapat memperkuat peran guru sebagai agen perubahan yang melek digital sekaligus menjaga esensi pembelajaran humanis di era kecerdasan buatan.
Kegiatan PKM ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Barru, serta diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di Sulawesi Selatan dalam rangka mendukung kebijakan Merdeka Belajar berbasis inovasi dan teknologi.








































