PAREPARE, BANGSAKU.CO — Mahasiswa Jurusan PGSD FIP UNM Kampus V Parepare sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan dan Pameran Produk sebagai proyek utama dari Mata Kuliah Kewirausahaan.
Kegiatan berskala nasional ini diinisiasi dan dibimbing langsung oleh para dosen pengampu, yaitu Imron Burhan, S.Pd., M.Pd., Ainun Najib Alfatih, S. Pd., M.Ed., Iyan, S.Or., S.Pd., M.Pd., serta Dr. Musfirah, S.Pd., M.Pd., yang sejak awal mendorong mahasiswa untuk menghadirkan program kreatif, inovatif, dan berdampak.
Dalam sesi wawancara, para dosen pengampu menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang praktik nyata bagi mahasiswa. Imron Burhan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seminar dan pameran ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simulasi langsung bagaimana mahasiswa mengelola sebuah proyek profesional.
“Kegiatan ini memang kami rancang sebagai proyek mata kuliah. Kami ingin mahasiswa merasakan langsung bagaimana menyusun konsep, menghadirkan narasumber nasional, mengelola acara, hingga menghasilkan produk kreatif. Ini ruang latihan nyata untuk melatih kreativitas, tanggung jawab, dan jiwa wirausaha mereka sebagai calon guru SD,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Ainun Najib Alfatih, S.Pd., M.Ed. menambahkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa terhadap perkembangan industri edukasi yang semakin digital dan kompetitif.
“Dengan menghadirkan duta teknologi, pakar media, dan kreator edukasi, mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana dunia pembelajaran bergerak ke arah digital dan kreatif. Ini memberi gambaran luas tentang peluang usaha di bidang pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Musfirah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa proyek berbasis praktik ini menjadi fondasi pembentukan karakter profesional mahasiswa PGSD. Menurutnya, guru masa kini harus inovatif, adaptif, dan siap terjun ke dunia kewirausahaan pendidikan.
Mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Berdaya Saing melalui Kewirausahaan Kreatif”, seminar nasional ini digelar untuk menegaskan bahwa kompetensi guru abad 21 tidak hanya terbatas pada kemampuan mengajar, tetapi juga kemampuan menciptakan inovasi dan produk edukatif bernilai ekonomi. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber nasional yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan modern.
Salah satu narasumber utama adalah Dr. Wawan Krismanto, M.Pd., pakar media pembelajaran yang membahas bagaimana media pembelajaran dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai jual. Media pembelajaran bukan hanya alat bantu, tetapi karya kreatif yang dapat menjadi peluang usaha bagi guru dan mahasiswa,” ungkapnya.
Narasumber berikutnya adalah Agus Supramono, S.Pd., Gr., M.Pd., selaku Duta Teknologi Kemdikdasmen dan Duta Canva. Ia membahas inovasi media digital, pentingnya personal branding bagi pendidik, serta strategi membangun bisnis edukasi melalui platform digital. Pemaparan Agus membuka perspektif mahasiswa bahwa guru masa depan perlu melek teknologi dan memiliki kemampuan menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Selain itu, kegiatan yang menghadirkan kreator konten edukasi membagikan pengalaman membangun brand edukatif di media sosial, memproduksi konten kreatif, hingga memonetisasi karya melalui kelas online, endorsement, dan produk digital. Perspektif ini memberikan inspirasi besar bagi mahasiswa tentang bagaimana konten edukasi dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Tidak hanya seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Pameran Produk Kewirausahaan yang menampilkan karya-karya inovatif mahasiswa PGSD UNM Kampus V Parepare. Pameran ini menjadi bukti nyata kreativitas mahasiswa dalam menerapkan teori kewirausahaan ke dalam karya yang bernilai komersial.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa PGSD untuk membangun kompetensi sebagai calon guru SD yang kreatif, inovatif, dan siap menjadi edupreneur. Dengan bimbingan para dosen pengampu, Seminar Nasional dan Pameran Produk Kewirausahaan ini semakin mempertegas bahwa mahasiswa PGSD UNM bukan hanya dipersiapkan untuk mengajar, tetapi juga untuk menjadi pencipta peluang, inovator, dan penggerak perubahan di dunia pendidikan.









































