Waspada! Studi Temukan 5 Merek Teh Celup di Indonesia Mengandung Mikroplastik

Jumat, 28 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGSAKU.CO – Organisasi pemerhati lingkungan, Ecoton Foundation, kembali mengingatkan bahaya mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari. Kali ini, mereka mengungkap hasil penelitian yang menunjukkan adanya partikel mikroplastik dalam sejumlah merek teh celup populer yang banyak dikonsumsi masyarakat sepanjang 2024.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, @ecoton.id, mereka menyebut bahwa mikroplastik jenis fiber ditemukan dalam kantong teh celup dari berbagai merek, antara lain Sosro, Teh Poci, Sari Murni, Sariwangi, dan Tong Tji.

“Mikroplastik ini diduga berasal dari polimer sintetis seperti Polietilen (PE) dan Nylon yang digunakan sebagai bahan pelapis atau struktur utama kantong teh celup,” tulis Ecoton dalam kolaborasi dengan @aliansizerowaste.id, Selasa (25/3/2025).

Polimer sintetis ini memang digunakan dalam produksi kantong teh celup untuk meningkatkan daya rekat dan ketahanan terhadap air panas.

Baca juga:  Kirim Amicus Curiae ke MK, Ketum PDIP Megawati : Habis Gelap Terbitlah Terang

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) juga telah menjelaskan bahwa sebagian kantong teh celup terbuat dari kertas kraft yang dilapisi plastik polietilen agar lebih tahan panas.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa polimer ini bisa terlepas saat kantong teh diseduh dengan air panas bersuhu 95°C, bahkan setelah proses pemanasan selesai. Hal ini berisiko menyebabkan mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi teh.

Risiko Mikroplastik bagi Kesehatan

Berikut beberapa tahapan dan potensi risiko mikroplastik jika masuk ke dalam tubuh manusia:

1. Masuk ke saluran pencernaan melalui teh yang dikonsumsi.

2. Menembus dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah.

3. Menyebar ke organ penting seperti hati, ginjal, jantung, otak, dan otot.

4. Bertahan dalam tubuh karena sulit dikeluarkan dan berpotensi menumpuk (bioakumulasi).

Baca juga:  Heboh Kabar 15 Menteri Jokowi Mundur, Sandiaga Uno Buka Suara

5. Memicu peradangan serta stres oksidatif yang dapat merusak sel.

6. Berisiko menyebabkan peradangan kronis yang dapat berujung pada kematian sel (apoptosis).

Solusi Aman: Beralih ke Penyeduhan Teh Alami

Ecoton merekomendasikan masyarakat untuk menggunakan metode penyeduhan teh yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti:

1. Menggunakan daun teh asli tanpa kantong teh celup.

2. Memakai saringan teh berbahan stainless steel.

3. Menyeduh teh dalam teko kaca atau menggunakan french press.

“Di masa lalu, masyarakat menyeduh teh langsung menggunakan daun teh tanpa kantong plastik. Cara ini tidak hanya lebih alami, tetapi juga bebas dari risiko kontaminasi mikroplastik,” kata Ecoton.

Sebagai konsumen, penting untuk lebih selektif dalam memilih produk demi kesehatan dan kelestarian lingkungan.

 

(*)

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru