MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Universitas Hasanuddin dengan tegas membantah dan mengklarifikasi berita yang beredar luas terkait insiden duel yang melibatkan dua mahasiswa menggunakan badik dan parang hingga dilarikan ke Rumah Sakit pada Senin (24/6/2024).
Kabar ini menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi di Unhas, namun ditegaskan informasi tersebut tidaklah benar dan tidak ada kaitannya dengan mahasiswa maupun Unhas secara menyeluruh.
Kepala Kantor Sekretariat Rektor, Dr Sawedi Muhammad mengatakan sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, Unhas memiliki komitmen yang kuat terhadap keamanan, ketertiban, dan nilai-nilai akademik yang tinggi di lingkungan kampus.
“Insiden yang disebutkan dalam berita yang beredar tersebut terjadi di luar area kampus Unhas dan individu yang terlibat bukan merupakan bagian dari komunitas mahasiswa kami. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terpancing oleh informasi yang tidak benar dan tidak terverifikasi, yang dapat merugikan nama baik Unhas,” jelas Sawedi saat Konfrensi Pers di Lounge Rektorat Unhas, Lantai 8, Jumat (28/6/2/24).
Dalam konteks ini, Sawedi mengatakan Unhas selalu berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan kampus.
“Unhas selalu berupaya memberikan klarifikasi yang jelas dan akurat terkait segala isu yang berkembang, guna memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat adalah benar dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi yang berintegritas, Unhas siap untuk memberikan dukungan penuh terhadap investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang terkait insiden yang disebutkan.
Unhas dengan berbagai langkah strategis akan terus berupaya menjaga citra baik dan ekselen dalam memberikan pendidikan yang bermutu tinggi bagi mahasiswa serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.








































