MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Memperingati Hari Lahir Pancasila dan menyambut Pelaksanaan Reuni Akbar Ikatan Alumni Jurusan PPKn Universitas Negeri Makassar, diselenggarakan Webinar Nasional bertemakan “Pancasila sebagai Ideologi Perdamaian”, diikuti 200-an peserta secara online via zoom meeting, Kamis (1/5/2023).
Kurang lebih 200 peserta yang mengikuti Webinar memperingati Hari Lahir Pancasila tersebut terdiri dari Civitas Akademika Jurusan PPKn FIS-H UNM, Alumni, Guru dan sejumlah siswa. Webinar yang merupakan kolaborasi dari HIMA PPKn FIS-H UNM, Pengurus AP3KNI Sulsel, serta IKA Jurusan PPKn FIS-H UNM dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi PPKn yakni Drs. Andi Aco Agus, SH., M.Pd.
Webinar ini mendatangkan tiga narasumber, yakni Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd. yang merupakan dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, kemudian Prof. Dr. H. Andi Kasmawati, M.Hum. yang merupakan Guru Besar di Universitas Negeri Makassar, serta Dr. Syamsurijal Ad’han, M.Si. yang merupakan peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
M. Yunasri Ridhoh selaku Steering Committee mengungkapkan bahwa dalam rangka menyambut Reuni Akbar alumni PPKn akan dilaksanakan Webinar Nasional dalam beberapa series serta Talkshow Alumni Session. Adapun puncak acara reuni nanti akan dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya yakni Seminar dan Konferensi Nasional, Pelantikan Kepengurusan IKA, Pelantikan AP3KNI, Expo Kewirausahaan, Donor Darah, Malam Nostalgia dan Outbound, serta beberapa rangkaian lainnya.
Adapun kegiatan Webinar Peringatan Hari Pancasila ini dilaksanakan untuk melakukan brainstorming dan diskusi antar mahasiswa, dosen, alumni, para guru dan civitas akademika prodi PPKn UNM dalam upaya meningkatkan wawasan, kesadaran serta keinginan dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Webinar Peringatan Hari Lahir Pancasila ini menurut Triat selaku Ketua Panitia diharapkan menjadi wadah penyebaran informasi, edukasi serta penguatan perdamaian dan integrasi nasional, kemudian menjadi sarana dalam memperdalam pemahaman tentang bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari serta dapat mendukung sosialisasi bela negara di lingkungan masyarakat maupun menumbuhkan kembali kesadaran bangsa tentang eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa.
(fhn)








































