PLN Beri Bantuan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Pelosok Soppeng

Jumat, 18 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOPPENG, BANGSAKU.CO – Keterlibatan perempuan dalam meningkatkan perekonomian harus dioptimalkan melalui kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah hingga swasta perlu memberikan perhatian lebih lewat berbagai inisiatif program untuk menguatkan peran perempuan dalam memajukan sektor-sektor penggerak roda perekonomian.

Salah satunya, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) lewat PLN Peduli yang konsisten mengagas program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

Terbaru, PLN UID Sulselrabar mengucurkan bantuan senilai Rp185 juta untuk membantu Kelompok Syam Pelangi di Kabupaten Soppeng yang beranggotakan 15 ibu-ibu berprofesi sebagai tukang jahit.

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

Founder Kelompok Wanita Syam Pelangi, Syamsuriani mengungkapkan bantuan dana dari PLN digunakan untuk membeli 9 mesin jahit listrik serta peralatan dan keperluan jahitan lainnya dalam menunjang operasional ibu-ibu di Kelompok Wanita Syam Pelangi.

Selain bantuan dana, PLN juga melaksanakan Pelatihan dan Pengembangan Konveksi Listrik serta Ecoprint sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menjahit ibu-ibu Kelompok Wanita Syam Pelangi.

Pelatihan yang berlangsung pada 7-12 November 2022 itu berlangsung di Desa Pesse, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng. Ada 12 anggota Kelompok Wanita Syam Pelangi yang terlibat serta mendatangkan khusus seorang mentor profesional dari Jakarta.

Baca juga:  Tolak Keras! FPI Sulsel Serukan Bubarkan Ponpes Al Zaitun, Tahan Panji Gumilang dan Wali Santri Tarik Anaknya dari Ponpes Al Zaytun

“Luar biasa pelatihannya karena ilmu-ilmu baru buat kita dan metode jahitannya sangat bagus,” ungkap Nurlaela, Pengelola Kelompok Wanita Syam Pelangi sekaligus Founder PKBM Cendikia Paripurna Bangsa.

Menurutnya, sebelum mengikuti pelatihan, jahitan yang bisa dikerjakan oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Syam Pelangi sangat terbatas. Baik dari sisi variasi maupun jumlah. Hak itu turut berdampak pada pendapatan mereka.

“Sebelum pelatihan kami hanya bisa bikin sesuai pesanan (orderan). Tapi kadang ada jahitan dan kadang tidak ada, karena kita harus menunggu,” beber Nurlaela.

Ongkos untuk setiap jahitan biasanya beragam, mulai dari Rp75.000 hingga Rp150.000. Jika jahitan cukup rumit, ongkosnya bisa sampai Rp1,5 juta. Adapun jahitan yang bisa selesai dalam sehari hanya satu. Sehingga rata-rata omzet yang diperoleh masing-masing anngota Kelompok Wanita Syam Pelangi maksimal Rp3 jutaan.

Nurlaela optimistis omzet tersebut akan meningkat setelah diberikan bantuan dana dan pelatihan oleh PLN. Karena variasi jahitan yang bisa dikerjakan oleh ibu-ibu Kelompok Syam Pelangi semakin banyak.

Kalau dulunya hanya bisa mengerjakan orderan seperti kebaya hingga baju bodo, saat ini jahitan yang bisa dikerjakan akan lebih variatif. Mereka juga tidak perlu lagi hanya menunggu pesanan, tapi sudah bisa menjahit dan membuat baju yang bisa dijual di gallery maupun marketplace.

Baca juga:  Karo Rena Polda Sulsel Gelar Jumat Curhat Di Jalan Nusantara Makassar, Warga Keluhkan Parkir liar dan Lahan Parkir

“Kalau dulu harus satu-satu, orang mengukur baru bisa kita buatkan. Kalau sekarang kita bisa bekerja tanpa menunggu pesanan, karena setelah pelatihan kami sudah mengetahui teknik pola standar,” urai Nurlaela.

Tak hanya jenis jahitan yang lebih variatif, kapasitas produksi ibu-ibu Kelompok Syam Pelangi juga akan semakin besar dengan adanya mesin jahit konveksi. “Inshaallah nanti sudah bisa buat untuk stok jualan. Dari sisi kapasitas produk akan lebih banyak,” ujarnya.

Terkait omzet, Nurlaela belum bisa memprediksi angkanya karena bantuan dana dan pelatihan diberikan baru-baru ini. Tapi dia optimistis kesejahteraan ibu-ibu Kelompok Wanita Syam Pelangi akan meningkat usai mendapat sentuhan bantuan dari PLN. “Bantuan ini sangat luar biasa dan inshaallah (omzet) meningkat,” pungkasnya.

Lebih lanjut, General Manager PLN UID Sulselrabar, Moch. Andy Adchaminoerdin berharap dengan adanya pelatihan ini, dapat meningkatkan perekonomian serta kemandirian bagi masyarakat di Dusun Galung Langie.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, nantinya dapat meningkatkan perekonomian serta kemandirian bagi masyarakat setempat,” ujar Andy.

 

Berita Terkait

Lantik DPD GRIB Jaya Sulsel, Zulkarnaen : Jaga Nama Baik Organisasi
Kajati Sulsel Bersama Jajaran Gelar Tausiah Pentingnya Kesadaran Berqurban
Jelang Pilkada – Pilgub di Sulsel, ini Kata Tokoh Pegiat Anti Korupsi Djusman AR
Pengprov Perbakin Sulsel Kembali akan Gelar Pelatsar Berburu ke-VI 2024
Dokter Abdul Rahman Rauf Terpilih secara Aklamasi sebagai Ketua KKLT Periode 2024-2029
Soal Gelembungkan Suara Caleg, ini Kata Ketua KPU Bone Yusran Tajuddin
H Amran Mahmud Ngopi dan Didaulat jadi Iman Sholat Maghrib di Kedai Tujuh Belas, Ini Pernyataannya Soal Pilkada Wajo 2024
Kajati Sulsel Agus Salim Hadiri Supervisi dan Bimtek Optimalisasi Penyelesaian Uang Pengganti yang Diputus Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 1971

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024

Penanganan Korupsi Bansos Covid-19 Jalan di Tempat, Djusman: Polda Jangan Mandul

Kamis, 13 Juni 2024

Ketua KONI Makassar Kirimkan Bunga Kajari, Djusman AR : Itu Mengerdilkan Independensi Kejaksaan

Rabu, 12 Juni 2024

Kajati Sulsel Agus Salim Ikuti Permohonan Pengajuan Restorative Justice 2 Kasus Penganiayaan

Jumat, 7 Juni 2024

Jampidum Setujui Pengajuan Dua Perkara “Restorative Justice” di Sulsel

Senin, 3 Juni 2024

Plt JAM PIDUM Leonard Eben Ezer Simanjuntak dan Wakajati Sulsel Ikuti 3 Ekspose Perkara Pengajuan Restorative Justice, 2 Diterima dan 1 Ditolak

Kamis, 30 Mei 2024

Kajati Sulsel Agus Salim Sampaikan Welcome Speech dalam Acara Bimtek Penanganan Perkara Tindak Pidana Narkotika dengan Pendekatan Keadilan Restoratif

Rabu, 22 Mei 2024

Kajati Agus Salim Berikan Apresiasi Tim Tabur Intelijen Kejati Sulsel yang Berhasil Menangkap Buronan Kasus Korupsi dan Buronan Penyelundup BBM

Senin, 20 Mei 2024

Agus Salim Tutup Turnamen Sepakbola Kajati Sulsel Cup I 2024 di Kota Malili Luwu Timur

Berita Terbaru