Karyawan PT IMIP Asal Maros dan Toraja Utara Meninggal Tertimbun Limbah Nikel

Jumat, 28 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOROWALI, BANGSAKU.CO — Dua karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) meninggal dunia akibat tertimbun limbah nikel atau Slag, Kamis 27 April 2023.

Dua orang tertimpun tersebut bersama mobil truk. Informasi beredar korban bernama Arif berasal dari Kecamatan Rante Pao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) sekarang ini sudah di pulangkan di kampung halamannya tadi sore.

Satunya lagi berasal dari Kabupaten Maros, Sulsel belum diketahui nama lengkapanya.

Menurut pengakuan warga setempat insiden terjadi pada saat waktu istirahat. “Kejadian itu pada waktu jam istirahat, tapi mereka tetap kerja,” katanya. Kedua karyawan PT IMIP yang meninggal baru bekerja selama delapan bulan.

Baca juga:  Dulu Kritik Pedas, Kini AHY Akui Terpukau dengan IKN

Sebelumnya, video beredar dua unit mobil dum truk tertimbun Slag dalam area tambang.

Dalam rekaman video tersebut menyebutkan kedua sopir dum truk sudah meninggal dunia. “Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, dua unit dum truk tertimbun bersama operatornya. Sudah takdirnya (meninggal) ini kasian,” ucap dalam video tersebut.

Informasi dihimpun, kecelakan kerja itu di area tambang PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis 27 April 2023.

Menurut informasi sejumlah pekerja mengatakan berawal dari pekerja itu melakukan pembongkaran muatan limbah nikel yang menggunung tiba-tiba longsor. Akibatnya, dua pekerja tersebut tertimpun dan tidak bisa diselematkan lagi.

Bahkan video yang terlihat, banyak pekerja turun gotong royong melakukan evakuasi korban yang tertimpa longsong slag. Tidak ada sama sekali Tim rescue dari IMIP itu sendiri.

Baca juga:  Hasto: Mensos Risma Ungkap Menteri Diperiksa Sebelum Ikuti Rapat Kabinet

Dikonfirmasi Humas PT IMIP, Dedi Kurniawan melalui WhatsApp, Kamis 27 April 2023, belum memberikan keterangan sama sekali. Sehingga berita ini dimuat.

Dua pekerja ini tersebut yang tertimbun sleg berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel), bersuku Bugis dan Toraja.

Sampai saat ini belum diketahui pasti kedua nama korban tertimbun slag beserta alamat lengkapnya di Sulsel.

Sekedar diketahui, limbah nikel atau slag merupakan sejenis batuan hasil pembuangan dari pembakaran ferronikel. Berwarna kelabu perak dan memiliki sifat-sifat menyerupai batu dan unsur silikat. Serta kapur yang terkandung didalamnya cukup tinggi.

 

(fhn)

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA