Pemkab Enrekang Bersama Para Pihak Dorong Percepatan Pengusulan Tn Latimojong

Sabtu, 11 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGSAKU.CO – Kawasan Latimojong merupakan jajaran pegunungan yang terdiri dengan beberapa puncak-puncak yang membentang dari selatan ke utara yang melintasi sejumlah wilayah administrasi Kabupaten yang secara geografis, berbatasan dengan Kabupaten Enrekang di sebelah barat, kemudian di sebelah utara Kabupaten Tana Toraja, lalu sebelah selatan adalah daerah Kabupaten Sidenreng Rappang dan di sebelah timur seluruhnya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Luwu hingga di tepi pantai Teluk Bone.

Posisi geografisnya mempunyai topografi bergelombang dan bergunung yang menghasilkan potensi wisata alam seperti air terjun, pendakian gunung, serta beberapa wisata alam gua dan juga menjadi penyumbang air bersih bagi sejumlah area.

“Selain memiliki sejumlah potensi wisata, pegunungan ini juga menjadi salah satu penyumbang air bersih dan menjadi catchmen area untuk sejumlah wilayah.
Pengusulan Taman Nasional (TN) ini tentunya mengarah pada upaya pengelolaan yang lebih spesifik dan professional untuk memastikan kelestarian ekosistemnya sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk masyarakat sekitar,” kata Wakil Bupati Enrekang, Asman saat menerima audiensi tim FFI dan BBKSDA Sulsel yang akan melakukan pelingkupan informasi awal untuk mendukung persiapan penyusunan Naskah akademik pengusulan TN Latimojong (10/2/2023).

Menurut Asman ditambahkannya, bahwa inisiasi pengusulan TN yang dilakukan ini tentunya akan jauh lebih baik apabila beberapa wilayah Kabupaten yang juga beririsan dengan pegunungan Latimojong ikut serta bersama-sama dalam proses pengusulan tersebut.

“Kalau tidak salah ada beberapa wilayah Kabupaten yang cukup luas arealnya yang beririsan dengan Kawasan Latimojong ini selain Kabupaten Enrekang, ada juga Kabupaten Sidrap, dan Kabupaten Luwu. Bersama-sama dalam proses pengusulannya tentunya akan jauh lebih baik,” tambahnya.

Baca juga:  Wakil Bupati Selle KS Dalle Lantik Pengurus PGRI Soppeng

Pegunungan Latimojong juga menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang diduga masih banyak yang belum tersingkap. Jumlah studi keanekaragaman hayati di Kawasan ini relative masih sedikit jumlahnya, namun diketahui bahwa dari sembilan jenis Begonia, empat jenis diantaranya tersebar di lanskap pengunungan ini yakni Begonia prionota, Begonia rantemarioensis, Begonia torajana dan Begonia vermeulenii serta menjadi habitat dari faunan penting antara lain Anoa (Tedong Malilin), Rusa, Tarsius, Burung Rangkong dan Babi rusa (Babyrousa babyrussa).

Direktur Dit.RKK-KLHK, Munawir menambahkan bahwa dalam proses pengusulan TN, memang ada sejumlah tahapan yang perlu dilakukan antara lain diawal adalah kegiatan inventori ekologi, biologi, sosial budaya.

“Melalui kunjungan lapangan yang dilakukan oleh rekan-rekan FFI, BBKSDA dan KPH ini dalam rangka menyokong kebutuhan data, tentunya akan sangat membantu dalam proses pengusulan TN,” kata Munawir.

Ia menambahkan bahwa setelah melakukan eksplorasi data secara komprehensif dari berbagai aspek, maka tahapan berikutnya adalah usulan dari Pemerintah Kabupaten pengusul tersebut mendapat rekomendasi dari Gubernur Sulawesi Selatan kemudian diteruskan oleh Gubernur kepada pihak Kementerian untuk penunjukan Kawasan yang sebelumnya adalah Kawasan Hutan Lindung berubah menjadi Kawasan konservasi yakni ditunjuk sebagai kawasan Taman Nasional.

“Salah satu manfaat penunjukan Kawasan Taman Nasional adalah manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat karena basis pengelolaannya adalah masyarakat, selain itu peluang bantuan dan perhatian dari lembaga internasional juga besar, salah satunya seperti apa yang akan dilakukan oleh rekan-rekan dari tim FFI yang rencananya akan melakukan kunjungan lapangan untuk menunjang data-data yang dibutuhkan dalam proses pengusulan Kawasan,” tambahnya.

Baca juga:  Ketua KKLR Sulsel Soroti Ketidakadilan Pemprov Soal Proyek Jalan Multiyears Rp2,2 T

Menurut Project Manager Fauna & Flora International’s Indonesia Programme Wilayah Sulawesi, Fardi Ali Syahdar, bahwa dari sekian puncak yang berjejer di pegunungan ini, dimana puncak gunung tertingginya bernama Rante Mario yang memiliki ketinggian 3.430 meter dari permukaan laut dan menjadi puncak gunung tertinggi di daratan pulau Sulawesi, namun hingga saat ini menjadi satu-satunya puncak tertinggi di pulau besar yang belum mendapatkan status Taman Nasional.

“Dibalik kekayaan keanekaragaman hayatinya, potensi pariwisata dan fungsi ekosistem lainnya, hanya gunung Latimojong yang menjadi puncak tertinggi di pulau Sulawesi yang belum menjadi Taman Nasional. Harapannya, melalui hasil pengamatan tahap awal ini, setidaknya kita akan mendapatkan gambaran awal kondisi areal pengusulan dari sejumlah aspek sehingga dapat mendukung proses penyusunan naskah akademik pengusulan TN Latimojong,” kata Fardi.

Sebelumnya diketahui, rapat koodinasi antar para pihak dengan Pemkab Enrekang ini dihadiri oleh Wakil Bupati Enrekang, Sekda, Asisten 2, sejumlah pimpinan OPD dan juga dari Dit.RKK-KLHK, Kepala BBKSDA Sulsel, serta Guru besar Kehutanan Unhas Ngakan Putu Oka.

Rapat koordinasi tersebut merupakan rangkaian dari rencana kunjungan lapangan dalam rangka upaya pelingkupan data dan informasi awal di areal pengusulan yang merupakan kerjasama antara BBKSDA Sulsel dengan FFI. Kunjungan lapangan tersebut juga diketahui akan diikuti oleh personil KPH Mata Allo dan warga setempat yang akan focus pada data biodiversity, sosial dan budaya serta data dan informasi pendukung lainnya.

Berita Terkait

Kejati Sulsel, KMAK, dan Sekolah di Makassar Bersinergi Bentuk Pelajar Berkarakter Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah
Mantap! Kejati Sulsel Tanamkan Karakter dan Kesadaran Hukum kepada Siswa Baru melalui Program Jaksa Masuk Sekolah
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
DPRD Sulsel Perkuat Pengawasan APBD 2026, Salman Alfariz Karsa Sukardi Temui Warga
Penggeledahan Dugaan Korupsi Rp13 Miliar Disdik Sulsel, Djusman AR: Segera Tetapkan Tersangka dan Langsung Tahan
Perjuangan Provinsi Luwu Raya Menguat, BPP DOB Kantongi Masukan Strategis dari Luwu Utara
Bupati Sidrap Lantik 86 Pejabat, Dr. Muhammad Aries Yasin Resmi Pimpin Disporapar
Tak Hanya di Pusat, Djusman AR Desak Kejaksaan Telusuri Dugaan Korupsi MBG hingga Sulsel

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 11:28 WITA

Kejati Sulsel, KMAK, dan Sekolah di Makassar Bersinergi Bentuk Pelajar Berkarakter Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 10:56 WITA

Mantap! Kejati Sulsel Tanamkan Karakter dan Kesadaran Hukum kepada Siswa Baru melalui Program Jaksa Masuk Sekolah

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Senin, 29 Juni 2026 - 21:59 WITA

DPRD Sulsel Perkuat Pengawasan APBD 2026, Salman Alfariz Karsa Sukardi Temui Warga

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:19 WITA

Penggeledahan Dugaan Korupsi Rp13 Miliar Disdik Sulsel, Djusman AR: Segera Tetapkan Tersangka dan Langsung Tahan

Berita Terbaru