MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Makassar mengadakan kegiatan edukasi mengenai kesetaraan gender dan pencegahan perundungan di SMP Negeri 12 Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya kesetaraan gender dalam relasi sosial serta mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Dyan Paramitha Darmayanti, S.Pd., M.Pd. bersama tim dosen yaitu Tiara Nur’aini, S.Pd., M.Pd. dan Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum., serta melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian.
Dalam kegiatan ini, Dr. Dyan juga bertindak sebagai pemateri utama yang memberikan edukasi mengenai kesetaraan gender, bentuk-bentuk perundungan, serta langkah-langkah pencegahannya.
Dr. Dyan menjelaskan bahwa perundungan di kalangan siswa sering kali muncul dari stereotip gender dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya saling menghargai dalam interaksi sosial.
“Banyak perilaku yang dianggap sebagai candaan, seperti ejekan atau pelabelan, sebenarnya termasuk bentuk perundungan yang dapat berdampak pada kondisi psikologis siswa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa edukasi mengenai kesetaraan gender perlu diberikan sejak dini agar siswa mampu membangun relasi sosial yang sehat dan inklusif.
Program ini mencakup berbagai bentuk kegiatan seperti penyampaian materi interaktif, diskusi kelompok, refleksi pengalaman siswa, serta penyediaan media edukasi berupa modul, poster, dan leaflet.
Melalui kegiatan ini, siswa dibekali dengan kemampuan untuk mengenali, menghindari, serta mencegah perilaku perundungan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku perundungan seperti ejekan, pelabelan, maupun candaan yang berkaitan dengan penampilan fisik dan peran gender masih sering terjadi di kalangan remaja.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian siswa belum sepenuhnya memahami batas antara interaksi sosial yang sehat dan perilaku yang dapat merugikan orang lain.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah juga dilibatkan secara aktif, khususnya guru sebagai pendamping dalam proses edukasi.
Hal ini bertujuan agar nilai-nilai kesetaraan gender dan sikap anti-perundungan dapat terus diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di sekolah.
Melalui program ini, diharapkan para siswa di SMP Negeri 12 Makassar dapat lebih memahami pentingnya kesetaraan gender, serta mampu membangun interaksi sosial yang saling menghargai dan bebas dari perundungan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa.
Kegiatan ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 yaitu Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 5 yaitu Kesetaraan Gender, dengan fokus pada penguatan nilai sosial dan pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan.
Dengan adanya program ini, diharapkan SMP Negeri 12 Makassar dapat menjadi lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung pembentukan karakter siswa yang menghargai perbedaan serta menjunjung tinggi nilai kesetaraan.
(tas)
Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News








































