MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Peningkatan Kemampuan Berbicara dan Bercerita Melalui Aktivitas Mendongeng” di SDN 82 Pattene, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan bercerita siswa dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.
Acara ini dipandu oleh Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum, Dr. Abdul Rahman, S.Pd., M.Si, dan Dr. Dyan Paramitha Darmayanti, S.Pd., M.Pd., serta dibantu oleh seorang pendongeng Makassar, Kak Chairunnisa Latief, yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Nisa. Para peserta, yaitu siswa SDN 82 Pattene, Maros sangat antusias mengikuti serangkaian pelatihan mendongeng yang dirancang untuk merangsang kreativitas, meningkatkan keterampilan literasi, serta memperluas kosakata mereka.
Menurut Prof. Darman Manda, berbicara dan bercerita adalah keterampilan penting yang sangat memengaruhi perkembangan anak dalam dunia pendidikan.
“Kemampuan berbicara yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, banyak siswa yang masih kesulitan dalam berbicara dengan lancar dan bercerita dengan struktur yang baik. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya budaya literasi di Indonesia,” jelasnya.
Fakta menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dari bawah dalam tingkat literasi dunia. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah, dengan hanya 0,001% yang memiliki kebiasaan membaca. Hal ini berdampak pada keterampilan berbicara siswa, terutama dalam menyampaikan ide secara lisan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengenalkan teknik mendongeng yang tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga merangsang imajinasi siswa, memperkuat struktur bahasa mereka, dan meningkatkan ekspresi serta intonasi dalam berbicara.
Mendongeng sebagai metode edukatif diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum, serta menumbuhkan rasa percaya diri mereka.
Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk membangun budaya literasi di kalangan siswa SDN 82 Pattene dengan membiasakan mereka mendengarkan dan membaca cerita sebagai sumber inspirasi dalam mendongeng.
Program ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata terhadap rendahnya keterampilan berbicara dan bercerita di kalangan siswa SD, sekaligus mengoptimalkan peran guru dan orang tua dalam mendukung kegiatan literasi.
Para peserta sangat menikmati kegiatan ini karena mereka dilibatkan langsung dalam praktik mendongeng. Berbagai alat bantu seperti boneka tangan, gambar ilustrasi, dan media audiovisual digunakan untuk membuat sesi mendongeng lebih menarik.
Melalui program ini, diharapkan siswa SDN 82 Pattene akan lebih percaya diri dalam berbicara dan memiliki kemampuan bercerita yang lebih baik, serta mampu menyusun narasi yang menarik dan komunikatif.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan metode pembelajaran berbasis literasi yang lebih kreatif dan interaktif.
Dengan meningkatnya keterampilan berbicara dan bercerita, siswa SDN 82 Pattene tidak hanya lebih siap menghadapi tantangan akademik, tetapi juga lebih mampu berinteraksi secara efektif dengan lingkungan mereka.
Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan keterampilan komunikasi siswa di sekolah dasar.









































