Menteri Pertanian Amran Sulaiman Komitmen Jaga Stabilitas Harga Beras di Indonesia

Minggu, 24 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGSAKU.CO – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, kembali menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam menjaga stabilitas harga beras di Indonesia.

Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diterapkan bukan hanya untuk melindungi petani, tetapi juga menjaga daya beli konsumen.

Hal ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan semua pihak yang terlibat dalam rantai pangan.
Belakangan ini, beredar narasi negatif yang menyudutkan kebijakan Mentan Amran. Namun, penting bagi masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi.

Perbandingan harga beras Indonesia dengan negara lain, seperti Jepang, sering disalahartikan, padahal konteksnya adalah stabilisasi pasar dan perlindungan petani agar mereka tetap mendapatkan harga yang layak.

Baca juga:  Polisi Tangkap Virgoun Terkait Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Amran menekankan bahwa harga beras di Indonesia sangat sensitif. Perubahan sedikit saja bisa memicu ketidakstabilan. Oleh karena itu, HPP dan HET harus dijaga secara konsisten agar tercipta keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen.

Kebijakan ini mencerminkan pendekatan proaktif pemerintah dalam mengantisipasi gejolak pasar.

Lebih dari itu, langkah-langkah tegas yang diambil Mentan Amran terhadap praktik perdagangan yang merugikan petani menunjukkan keberanian dan integritasnya.

Hal ini membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada stabilitas harga, tetapi juga berupaya menegakkan keadilan dalam distribusi pangan.

Masyarakat diajak untuk lebih proaktif dalam menyaring informasi dan melihat sisi positif dari kebijakan yang dijalankan. Dukungan terhadap HPP dan HET tidak hanya melindungi petani, tetapi juga memastikan harga beras tetap terjangkau bagi konsumen.

Baca juga:  Menag Nasaruddin Umar Wacanakan Libur Sekolah Selama Ramadan 2025

Sikap kritis dan rasional diperlukan agar narasi negatif tidak mengaburkan fakta dan tujuan kebijakan.
Dengan pendekatan yang bijak dan kolaboratif, Mentan Amran Sulaiman terus mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Dukungan masyarakat, kritis namun objektif, menjadi kunci keberhasilan kebijakan pro-petani dan pro-konsumen ini, sekaligus mendorong terciptanya sistem pangan nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru

PEMKOT MAKASSAR

DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:25 WITA

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA