Kajati dan Kajari di Sulsel Berganti, ini Harapan Djusman AR

Sabtu, 28 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Leonard Eben Ezer Simanjuntak resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggantikan Raden Febrytriyanto dan sejumlah Kajari lainnya di rotasi.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP-IV-54/C/01/2033. Pergantian pejabat itu mendapat tanggapan dari Pegiat Anti Korupsi, Djusman AR.

Dihubungi via ponsel sabtu/28/01/23, Bang Djus sapaan Djusman AR mengatakan, pergantian pimpinan tersebut adalah hal yang biasa dalam organisasi bahkan dikenal istilah penyegaran atau jenjang promosi karir.
Namun bagi kami tentu paham klasifikasinya yang mana pejabat promosi, yang mana pejabat diparkir begitupun soal klasifikasi Kejati (Kejaksaan Tinggi) kelas A dan B hingga C bagitu pula tingkat Kejari (Kejaksaan Negeri), kata Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar itu.

Di Sulsel ini tak banyak Kejari (Kejaksaan Negeri) berkelas A, bahkan tdak sampai tujuh.

Yang terpenting sebenarnya, bagaimana pergantian pimpinan (Kajati & Kajari) tidak berdampak pada tindak lanjut perkara yang sedang berproses, tidak menjadi sebuah alasan mengapa tersendat atau melambat bahkan menghilang.

Baca juga:  Usai Menghadiri Pembukaan F8, Dirut dan Dirum Perumda Pasar Karya Nongkrong di Coffee 17

Ketika masyarakat datang mempertanyakan perkembangan kasus terlapor, pada umumnya hanya 1 jawaban bahwa sedang mempelajari kasus tersebut.

Alasan-alasan seperti itulah yang kadang menjadi lelucon dan membuat masyarakat apriori terhadap pejabat baru.

Hal lain leluconnya, ketika pertanyaan ditujukan kepada pejabat 1 tingkat dibawahnya misalnya Asisten dan atau Kasi di tiingkat Kejari tak jarang didapatkan jawaban “Pak Jaksa Tinggi minta di ekspose (gelar perkara) dulu, Pak Kajari belum Masuk Kantor, Pak Kajari syukuran dulu di kampungnya” ujar Djusman AR yang dikenal sebagai Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya, Hukum & Politik (LP-SIBUK) Sulsel.

Kami penggiat Anti Korupsi berharap tidak terulang lagi alasan-seperti itu.

Masyarakat Sulsel khususnya Pegiat Anti Korupsi sangat merindukan sosok Pejabat Kajati berintegritas dan berdedikasi tinggi seperti Masyhudi Ridwan, Abdul Hakim Ritonga dan Prasetyo.

Dahulu dikenal kejaksaan tegas dan garang, orang-orang terperiksa pada ketakutan diperiksa di Kejati, begitupun yang lid-dik nya ditangani Polda juga pada ketakutan bila berkasnya akan dilimpahkan ke Kejati (JPU) karena meyakini dirinya bakal diterali besikan.

Baca juga:  Film “Badik”: Kearifan Lokal Makassar yang Menggetarkan Layar Bioskop

Bagi kami pegiat Anti Korupsi tentu sangat merespon bila para tersangka korupsi ditahan, mengapa? Ya merupakan pertanda keseriusan penyidik/JPU mengingat masa penahanan juga dibatasi ketentuan. Artinya azas prioritas dan cepat terpenuhi,

Kepada Kajati yang baru, kami harapkan juga intens memonitoring kinerja para Kajari hingga Kacabjari, paling tidak tegakkan “pengawasan melekat” dan terpenting juga buka aksesitas publik selebar-lebarnya untuk Masyarakat berperanserta secara aktif, harap Djusman AR yang juga Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi.

Jangan pernah abaikan hak-hak masyarakat untuk turut berperanserta sebagaimana ketentuannya hak mencari, memperoleh, melaporkan dan bahkan mendapatkan pelayanan khususnya berkait informasi.

Selamat bertugas Pak Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) yang baru, Selamat bekerja para Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri).

Salam Tegas, Salam Anti Korupsi

Berita Terkait

Bukan Sekadar Ngopi di Kedai Tujuh Belas, Kalaksa BPBD Makassar Dr Fadli Tahar: Merawat Warisan Nilai dari Tanah Barru
Plt Dirut PDAM Makassar Dr Andi Syahrum Makkuradde Ngopi di Kedai Tujuh Belas, Sembari Silaturahmi dengan Sahabatnya
Dinsos Makassar Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Melalui Sosial Media Mengenai Anak Kecil Di Mini Market
Bukan Sekadar Penandatanganan, BPBD Makassar dan 23 Perguruan Tinggi Langsung Kick Off Gerakan Cetak 23.000 SDM Tangguh Bencana
Dirut Elber Paparkan Inovasi Wajah Baru Terminal Daya, SPBU hingga Hub Logistik Masuk Rencana
RSUD Daya Makassar Hadirkan Inovasi GELIAT, Solusi Penanganan dan Pemulangan Pasien Terlantar
Jalur Afirmasi Daerah Unhas: Seleksi Mahasiswa Sebagai Instrumen Pembangunan SDM Sulawesi Tengah
Walikota Munafri Arifuddin Ngopi Santai di Kedai Tujuh Belas Makassar

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 00:26 WITA

Bukan Sekadar Ngopi di Kedai Tujuh Belas, Kalaksa BPBD Makassar Dr Fadli Tahar: Merawat Warisan Nilai dari Tanah Barru

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:15 WITA

Plt Dirut PDAM Makassar Dr Andi Syahrum Makkuradde Ngopi di Kedai Tujuh Belas, Sembari Silaturahmi dengan Sahabatnya

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:23 WITA

Dinsos Makassar Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Melalui Sosial Media Mengenai Anak Kecil Di Mini Market

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:13 WITA

Bukan Sekadar Penandatanganan, BPBD Makassar dan 23 Perguruan Tinggi Langsung Kick Off Gerakan Cetak 23.000 SDM Tangguh Bencana

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:02 WITA

Dirut Elber Paparkan Inovasi Wajah Baru Terminal Daya, SPBU hingga Hub Logistik Masuk Rencana

Berita Terbaru

PEMKOT MAKASSAR

DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:25 WITA

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA