MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Para pengusaha otobus di Sulawesi Selatan resmi membentuk Solidaritas Perusahaan Otobus Sulawesi (SPOS) sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan profesionalisme dalam transportasi.
Dalam pertemuan yang digelar di Makassar, pemilihan pengurus dilakukan secara demokratis dengan dipimpin oleh Opy Sonda dari PO Primadona.
Hasilnya, H. Basri Zain dari PO Neo Trans terpilih sebagai Ketua SPOS, sementara posisi Sekretaris dipercayakan kepada Ismail R dari PO Cahaya Bone. Bendahara terdiri dari Rostina Limbong (PO Bintang Prima), Hermon Sumule (PO Borlindo), dan Ridwan Bongkar (PO Neo Trans). Keanggotaan SPOS terbuka bagi seluruh perusahaan otobus yang beroperasi di Sulawesi Selatan.
Pembentukan SPOS bertujuan untuk memperkuat solidaritas antar pengusaha otobus, serta mendorong peningkatan kualitas layanan transportasi di Sulawesi.
Organisasi ini memiliki visi menjadi wadah pemersatu dan pengembang industri otobus yang profesional, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah.
Misi SPOS mencakup sinergi dengan pemerintah, peningkatan layanan transportasi publik yang aman dan berkualitas, serta mendorong inovasi di sektor transportasi.
Sebagai langkah awal, SPOS berencana melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan dan Wali Kota Makassar.
Audiensi ini bertujuan untuk memperkenalkan organisasi, menyampaikan visi dan misi, serta membahas peluang kerja sama dalam meningkatkan transportasi publik di daerah.
SPOS berharap dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kebijakan transportasi yang lebih modern dan efisien.
Harapan besar SPOS adalah menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan sistem transportasi publik di Sulawesi Selatan.
Dengan adanya koordinasi yang baik antara pengusaha otobus dan pemerintah daerah, diharapkan industri transportasi dapat tumbuh lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain itu, SPOS juga berkomitmen untuk membangun ekosistem kerja sama internal yang kuat di antara anggotanya agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Ketua SPOS, H Basri Zain, menyatakan optimisme terhadap peran organisasi ini dalam menghadapi tantangan industri transportasi.
“Kami yakin bahwa dengan bersatu dan kompak, kita dapat menghadapi tantangan industri dan memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah. Kami berharap dapat menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah dan semua pihak terkait guna mewujudkan layanan transportasi otobus yang lebih baik di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Dengan terbentuknya SPOS, diharapkan otobus di Sulawesi dapat berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
(tsr)








































