MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Universitas Negeri Makassar bekerjasama SMP Negeri 33 Makassar menggelar sosialisasi etika bermedia sosial, Rabu (24/7/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya beretika dalam menggunakan media sosial.
Pelatihan ini dibawakan oleh para ahli dan akademisi dari Universitas Negeri Makassar, yaitu Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum., Dr. Abdul Rahman, S.Pd., M.Si., dan Dyan Paramitha Darmayanti, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan ketua tim pengabdian. Acara ini juga dibantu oleh Oky Nur Pratiwi Johansyah, S.IP., M.Si. sebagai salah satu pemateri.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 33 Makassar, Ibu Andi Rahayu Cante, S.Pd., MM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Negeri Makassar atas kerja samanya dalam menyelenggarakan sosialisasi ini. Kami berharap para siswa dapat mengambil banyak pelajaran berharga mengenai etika bermedia sosial,” ujarnya.
Sosialisasi ini dihadiri oleh para siswa SMP Negeri 33 Makassar serta beberapa guru yang ikut mendampingi. Kehadiran para guru menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini dan menambah semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan.
Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum., sebagai salah satu pemateri utama, menekankan betapa pentingnya memahami etika bermedia sosial dalam era digital saat ini.
“Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan remaja. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membekali mereka dengan pengetahuan tentang cara beretika yang baik di dunia maya,” ujarnya.
Dr. Abdul Rahman, S.Pd., M.Si., juga menyampaikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang positif jika digunakan dengan bijak.
“Kami ingin para siswa mengerti bahwa setiap tindakan di media sosial memiliki konsekuensi. Oleh karena itu, mereka harus bertanggung jawab atas apa yang mereka bagikan dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain,” katanya.
Dyan Paramitha Darmayanti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sosialisasi ini juga bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari media sosial, seperti cyberbullying dan penyebaran informasi palsu.
“Kami berharap para siswa dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih kritis dan bijak, serta mampu menjaga privasi mereka sendiri dan orang lain,” jelasnya.
Oky Nur Pratiwi Johansyah, S.IP., M.Si., menambahkan bahwa pelatihan ini juga melibatkan sesi interaktif di mana siswa dapat berdiskusi dan bertanya langsung kepada para pemateri.
“Kami ingin memastikan bahwa siswa benar-benar memahami materi yang disampaikan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ungkap Oky.
Para siswa tampak antusias mengikuti sosialisasi ini. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman tentang penggunaan media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa mereka menyadari pentingnya topik yang dibahas dan bersemangat untuk belajar lebih banyak.
Selain materi etika bermedia sosial, kegiatan ini juga diselingi dengan berbagai permainan edukatif yang bertujuan untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Para siswa terlihat sangat menikmati kegiatan tersebut dan berusaha memberikan jawaban terbaik mereka.
Dengan adanya sosialisasi etika bermedia sosial ini, diharapkan para siswa SMP Negeri 33 Makassar dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih bertanggung jawab dan mampu berkontribusi positif di dunia maya. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara rutin untuk menjaga kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya beretika dalam bermedia sosial.
(*)









































