JK Sebut Pemerintah Selanjutnya Bakal Hadapi Tantangan Berat Akibat Kebijakan Jokowi

Selasa, 12 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Jusuf Kalla. Net

Keterangan Foto : Jusuf Kalla. Net

BANGSAKU.CO – Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12, Jusuf Kalla melemparkan kritikan terhadap sejumlah kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Politikus yang akrab disapa JK itu mengatakan, siapa pun yang mengantikan Presiden Jokowi akan menghadapi tantangan yang berat.

Hal itu dikatakan JK dalam acara diskusi dengan tema “Konsolidasi untuk Demokrasi Pasca Pemilu 2024: Oposisi atau Koalisi” yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (7/3/2024).

“Siapa pun pemerintah ini, tidak mudah memerintah Indonesia pada pemerintah yang akan datang. Pemerintah yang akan datang harus punya keberanian. Kalau dia kacau pemerintahan yang akan datang, maka semuanya akan kena. Jadi semuanya akan sulit,” ujar JK.

Jusuf Kalla mengungkapkan penyebabnya dengan menyinggung soal fiskal yang ditinggalkan oleh pemerintahan Jokowi.

“Kenapa? Karena pemerintahan sekarang telah menghabiskan segala sumber dana untuk sesuatu, untuk hal-hal yang kadang-kadang tidak efisien, tidak prinsipil,” ujar dia.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu tidak membeberkan secara gamblang kebijakan yang dimaksudkannya tidak prinsipil.

Dia kemudian mengungkit soal pembangunan infrastruktur yang dirasa hanya menguntungkkan kalangan tertentu.

“Saya pikir ke rumah ke sini mungkin 45 menit, 1 jam, ternyata cukup 20 menit karena jalan tol bagus. Tapi tentu tidak bagus yang punya rumah sebelahnya, tidak bisa lagi bikin kedai, bikin warung lagi. Jadi ada baik-buruknya juga suatu pembangunan itu,” ujar JK.

Baca juga:  Kapal Speed Rombongan Bupati Morowali Terbalik Ditengah Laut, 20 Menit Mengapung Ditengah Laut

“Baik yang punya mobil, tidak baik untuk yang jalan kaki. Nah itu ada yang keseimbangan seperti itu,” ujar JK.

Lebih lanjut, JK mengajak semua pihak untuk kembali bersatu dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Kalau politik hanya yang menang gembira, yang kalah tentu kurang gembira. Tapi kalau ekonomi semua kena. Kalau harga beras naik, semua akan kena. Kalau harga naik, inflasi tinggi, semua akan kena,” ujar dia.

“Tentu saja ada juga yang senang, yang punya cash banyak, tapi secara umum akan kena. Tidak ada lagi masalah oposisi di situ, tapi masalah rakyat keseluruhan,” JK menambahkan.

JK Ungkap Tantangan Berat yang Dihadapi Bangsa Indonesia

JK menguraikan, salah satu tantangan terberat saat ini adalah posisi utang Indonesia yang menembus Rp8.000 triliun, utang BUMN kurang lebih Rp3.000 hingga 4.000 triliun.

Baca juga:  Gelar Jumat Berkah Sambut HUT Korpri Ke 51, ASN Polda Sulsel Bagikan Ratusan Nasi Kotak dan Paket Sembako ke Masyarakat

“Jadi 11.000-12.000 triliun. Bunga cicilannya kira-kira 6.000 triliun,” ujar dia.

Belum lagi belanja subsidi mulai dari bantuan sosial (bansos), pendidikan, BBM hingga makan siang gratis.

“Kalau ditotal ini bisa 4.000 triliun. Pendapatan negara cuma 2.800 triliun. Kita defisit 2.000 triliun. Siapa yang bayar itu? Ya kita semuanya bersama-sama,” ujar dia.

Pemerintah Wacanakan Suber Dana Makan Siang Gratis dari Dana BOS

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah membuka opsi untuk membiayai program makan siang gratis milik pasangan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Meski demikian, pemerintah akan melakukan kajian lebih lanjut terkait penggunaan dana BOS untuk pembiayaan program makan siang gratis Rp15.000 per anak apabila kegiatan simulasi telah banyak dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.

Adapun dana BOS merupakan bantuan pendidikan yang berasal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Rencana nanti kita formulasikan (dana BOS), kalau simulasinya (makan siang gratis) sudah banyak,” ujar Airlangga kepada awak media di Kementerian Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Februari 2024.

Sumber: Liputan6

 

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru

PEMKOT MAKASSAR

DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:25 WITA

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA