Opini : Strukturalisme dan Post-strukturalisme

Sabtu, 2 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Teguh Esa Bangsawan DJ, S.Hum, saat presentase Mata Kuliah Kapita Selekta Sejarah Filsafat Barat.

Foto ; Teguh Esa Bangsawan DJ, S.Hum, saat presentase Mata Kuliah Kapita Selekta Sejarah Filsafat Barat.

Oleh : Teguh Esa Bangsawan DJ, S,Hum

Mahasisiwa Pascasarjana Ilmu Filsafat Universitas Indonesia

 

OPINI, BANGSAKU.CO – Strukturalisme dan postrukturalisme. Mite adalah sesuatu yang mengisahkan sebuah cerita dan menjadi bagian dari strukturalisme, menurut pendapat Levi- Strauss strukturalisme itu adalah bahasa atau tatanan kode yang menjadi bagian dari antropologi struktural untuk menyampaikan pesan sehingga mempermudah untuk komunikasi khususnya dalam bentuk kajian kebudayaan itu sendiri. Ada juga pandangan seorang ahli bahasa yang terkenal dengan teori strukturalisme yaitu Ferdinand De Saussure, menurutnya, tiap Bahasa itu memiliki struktur yang baku,rapi dan solid, ada aturan yang mengikat untuk setiap tindak Bahasa. Maka lahirlah morfologi, gramatika, sintaksis.

konsep pokok strukturalisme Levi-Strauss –

1. Struktur :memahami gejala kebudayaan yang diteliti,berada di kedalaman (empiris)

Baca juga:  PERSPEKTIF: Hakekat Ilmu dan Kebenaran

2. Model yang dihasilkan dari relasi-relasi yang saling berhubungan atau saling mempengaruhi.

3. Struktur luar adalah relasi antar unsur yang dibangun atas ciri-ciri empiris atau pengalaman panca indra.

4. Strukutur dalam adalah struktur yang dibangun berdasarkan struktur luar tapi sisi emprisnya tidak tampak.

5. Ciri struktur adanya relasi dan transformasi adalah berubahnya sesuatu tanpa proses. Strukturalisme

1. Manusia memiliki “Structuring”. Menstrukturkan, Menyusun sebuah struktur atau menempel terhadap suatu struktur atas gejala-gejala yang dihadapi.

2. Struktur permukaan : Mitos, Kostum, Sistem kekerabatan

3. Struktur dalam ; Tidak disadari, karena perlu diteliti lebih dalam.

Untuk memahami perkembangan gejala atau fenomena Terlebih dahulu harus diketahui relasi-relasinya dengan fenomena lain pada waktu tertentu.

Sedangkan post-strukutralisme menurut pandangan filsuf yaitu Jacques Derrida dia mengkritik kinerja struktur, lebih tepatnya “dekonstruksi” terhadap struktur, dimana ada makna yang lebih dari struktural sehingga struktur tidak stabil, lebih menekankan mutu (fluiditas) makna dan peran kekuasaan dalam wacana dan struktur masih bersifat ambiguitas dalam artian lebih dari satu artinya (lebih dari satu makna) dan juga mengalami oposisi biner dalam artian secara sederhana ingin membagi dua dunia atau pandangan klasifikasi secara struktural.dan menurut post-strukuralisme strukutral itu bukan merupakan asas tunggal dalam sebuah makna.

Baca juga:  One Stop Solution Percepatan Investasi Daerah Dalam Perspektif Pendampingan Hukum

Seperti diketahui dalam mata kuliah Kapita Selekta Sejarah Filsafat Barat, ada juga tokoh filsuf yang membahas peranan bahasa seperti Levi’s-Strauss, Ferdinand De Saussure (strukturalisme) sedangkan post – strukturalisme mempunyai tokoh seperti Jacques Derrida.

L

Berita Terkait

Dari Altar Kesadaran Menuju Lorong Hijau: Membumikan Pertobatan Ekologis di Kota Makassar
Guru La Side Menghidupkan “Sulo” dari Bumi Latemmamala
OPINI, Kartini Hari Ini : Mengolah Sampah, Menanam Masa Depan Oleh : Mashud Azikin
Ferry Tass Ukir Momentum: Dua Amanah Negara Diselesaikan dalam Satu Hari dari Misi Energi di Bali Hingga Promosi Wakajati Sulut
OPINI : Ketika Plastik Mahal, Alam Mengingatkan: Saatnya Kembali ke Material Ramah Lingkungan
OPINI : Dari TPA ke Energi dan Destinasi: Strategi Makassar Keluar dari Darurat Sampah
SOPIR PRIBADI Oleh : Mustamin Raga
Becak Kosong di Ujung Senja : Ikhtiar, Takdir, dan Kesunyian yang Mengajarkan Syukur, Penulis: Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si, Dt. Toembidjo

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:55 WITA

Dari Altar Kesadaran Menuju Lorong Hijau: Membumikan Pertobatan Ekologis di Kota Makassar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:25 WITA

Guru La Side Menghidupkan “Sulo” dari Bumi Latemmamala

Selasa, 21 April 2026 - 10:11 WITA

OPINI, Kartini Hari Ini : Mengolah Sampah, Menanam Masa Depan Oleh : Mashud Azikin

Selasa, 14 April 2026 - 09:40 WITA

Ferry Tass Ukir Momentum: Dua Amanah Negara Diselesaikan dalam Satu Hari dari Misi Energi di Bali Hingga Promosi Wakajati Sulut

Sabtu, 11 April 2026 - 17:28 WITA

OPINI : Ketika Plastik Mahal, Alam Mengingatkan: Saatnya Kembali ke Material Ramah Lingkungan

Berita Terbaru

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA