MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Makassar menyelenggarakan acara pelatihan pembinaan kelembagaan pembudidaya ikan yang berlangsung dengan sukses.
Acara ini dihadiri oleh berbagai narasumber berkompeten yang mampu memberikan materi-materi berkualitas kepada peserta pelatihan.
Diantaranya, Anwar Faruq, S.Kom (DPRD Kota Makassar) dengan Materi Peranan Legislatif dalam Penguatan dan Pemberdayaan Kelompok Budidaya di Kota Makassar dan Dr Fahrul SPI MSI (Akademisi Dosen Perikanan Unhas) dengan materi, Manajemen Usaha Budidaya ikan.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pembudidaya ikan di wilayah tersebut, acara pelatihan tersebut diadakan sebagai upaya nyata untuk mendukung pertumbuhan sektor perikanan dan memajukan ekonomi masyarakat setempat.
Sepuluh paragraf berita ini akan memberikan informasi lebih lanjut tentang narasumber yang terlibat dalam acara tersebut, materi yang disampaikan, serta harapan dari para peserta.
Acara pelatihan tersebut menghadirkan narasumber berkompeten dari kalangan akademisi dan praktisi perikanan. Mereka dipilih secara selektif untuk memberikan materi yang relevan dan terkini kepada peserta pelatihan.
Dalam pembukaan acara, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Makassar menyampaikan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas produksi perikanan melalui pembinaan kelembagaan dan pengetahuan teknis yang lebih baik.
Salah satu narasumber terkemuka dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Budi Santoso, seorang ahli perikanan dari Universitas Hasanuddin. Beliau memberikan materi mengenai inovasi teknologi dalam budidaya ikan yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Materi lain yang disampaikan datang dari Praktisi Perikanan Sukses, Bapak Rudi Wijaya, yang telah berhasil menciptakan model bisnis perikanan yang berkelanjutan dan dapat menjadi inspirasi bagi peserta pelatihan.
Selain itu, narasumber dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan juga memberikan materi tentang keberlanjutan sumber daya perikanan dan pentingnya pelestarian lingkungan.
Peserta pelatihan yang hadir berasal dari berbagai kelompok pembudidaya ikan, termasuk kelompok nelayan tradisional, kelompok budidaya ikan air tawar, hingga kelompok pengusaha budidaya ikan skala besar.
Diskusi interaktif juga dilakukan dalam acara ini, di mana peserta dapat berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam usaha budidaya ikan.
Momen tersebut dimanfaatkan para peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber terkait isu-isu dan solusi yang relevan dengan kondisi mereka masing-masing.
Pihak penyelenggara acara menyatakan kepuasannya dengan antusiasme peserta dan harapan mereka agar materi yang disampaikan dapat diimplementasikan dengan baik dalam praktik budidaya ikan di wilayah mereka.
“Semoga pelatihan ini memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi para peserta, serta turut berkontribusi dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan para pembudidaya ikan di Kota Makassar,” tutupnya.








































