MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2026. Melalui berbagai langkah pengawasan ketat, kampus ini berupaya memastikan proses seleksi nasional berjalan adil, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa UTBK bukan sekadar ujian biasa, melainkan pintu masuk bagi calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, pihak kampus tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelanggaran. Ia bahkan mengingatkan bahwa sanksi tegas akan diberlakukan tanpa pandang bulu, baik kepada peserta maupun pihak internal yang terlibat.
Sebagai bentuk antisipasi, panitia pelaksana di bawah koordinasi Muhammad Ruslin telah menyiapkan berbagai perangkat pendukung. Penggunaan teknologi jammer untuk menghambat sinyal komunikasi diterapkan di seluruh ruang ujian, disertai pemeriksaan ketat menggunakan metal detector bagi setiap peserta sebelum memasuki ruangan.
Tahun ini, jumlah peserta UTBK di Unhas mencapai 18.971 orang dengan total peminat mencapai 33.600 calon mahasiswa melalui jalur SNBT. Pelaksanaan ujian tersebar di Kampus Tamalanrea dan Kampus Gowa dengan sistem dua sesi per hari hingga akhir April 2026. Selain itu, Unhas juga memastikan inklusivitas dengan menyediakan fasilitas khusus bagi peserta difabel sesuai standar nasional.
Ketua Senat Akademik Unhas, Baharuddin Thalib, menekankan pentingnya menjaga kualitas input mahasiswa. Ia berharap seleksi ini mampu menghasilkan mahasiswa terbaik yang lolos murni berdasarkan kemampuan dan kejujuran, sehingga kualitas pendidikan di Unhas tetap terjaga secara berkelanjutan.
(kdp)
Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News








































