Dapur MBG Unhas, Perkuat Integrasi Riset dan Layanan Gizi Berbasis Kampus

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.COSebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Universitas Hasanuddin (Unhas) berkomitmen mempersiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang populer disebut sebagai Dapur MBG.

SPPG Unhas tidak hanya diposisikan sebagai unit produksi, tetapi sebagai simpul integrasi antara riset, keahlian, dan implementasi. Dalam konteks ini, Unhas berupaya memastikan bahwa seluruh proses mulai bahan baku dari produk unggulan Unhas, hingga distribusi produk berjalan dengan melibatkan sumber daya internal kampus.

Pengembangan SPPG Unhas melalui Yayasan Metavisi Akademika Nusantara (MAN) diarahkan untuk mendukung implementasi MBG dengan menyiapkan dapur produksi makanan bergizi yang akan disalurkan ke sekolah-sekolah.

“SPPG ini kita dorong agar seluruh prosesnya berbasis pada kekuatan internal Unhas, termasuk pelibatan para ahli gizi. Kita ingin memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberikan jaminan pemenuhan gizi bagi masyarakat,” kata Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, ketika meninjau progres dan kesiapan SPPG Unhas, pada Rabu (25/3/2026).

Baca juga:  Unhas Kampus Prioritas dalam Program Gratis Pol Pemprov Kaltim, Rektor: Kita Dukung Sepenuhnya

Dapur MBG Unhas dipersiapkan pada lokasi di samping Masjid Kampus Unhas. Sebelumnya, Unhas mempersiapkan bangunan eks kantin di area Asrama Mahasiswa (Ramsis) Unhas. Namun karena beberapa pertimbangan teknis, lokasinya dipindahkan ke area baru.

Keberadaan SPPG menjadi bagian dari pendekatan hulu ke hilir yang dikembangkan Unhas. Kampus tidak hanya berperan dalam menghasilkan pengetahuan melalui riset, tetapi juga memastikan hasil riset tersebut diimplementasikan dalam bentuk produk dan layanan yang berdampak langsung.

“Ini adalah bagian dari kontribusi Unhas dalam mendukung program pemerintah, sekaligus memastikan bahwa keilmuan yang kita miliki benar-benar hadir untuk masyarakat. Kita ingin bergerak dari hulu ke hilir, dari kampus untuk kemajuan masyarakat,” lanjut Prof JJ.

Dalam pengembangannya, SPPG Unhas juga memiliki potensi sebagai pusat inovasi dan pengembangan produk pangan berbasis gizi yang berkelanjutan. Tidak hanya berfungsi sebagai penyedia produk, SPPG diharapkan menjadi laboratorium hidup (living lab) yang menghubungkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga:  Unhas Luncurkan Teknologi Ohmic untuk Hasilkan Kopi Premium di Desa Baderan, Situbondo

Mahasiswa, dosen, dan tenaga ahli dapat terlibat langsung dalam proses produksi dan pengembangan, sehingga tercipta ekosistem pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual.

“Kita ingin menjadikan SPPG ini berbasis riset, data, dan inovasi, Dengan begitu, dampaknya bisa berkelanjutan dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.” urai Prof. JJ.

Dalam peninjauan tersebut, Rektor menekankan perlunya percepatan operasional SPPG agar dapat segera difungsikan secara optimal. Seiring dengan pematangan berbagai aspek fasilitas dan sistem pendukung, SPPG diharapkan dapat segera beroperasi dan menjadi percontohan layanan pemenuhan gizi berbasis perguruan tinggi.

 

 

(*/aya)

Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News

Berita Terkait

Dari Laboratorium Menuju Pasar, Unhas Kantongi Izin Edar BPOM untuk 15 Produk Inovasi
Unhas dan Tiran Group Bahas Kemitraan Strategis melalui TIRAN Campus Connect 2026
Rektor Unhas Lakukan Restrukturisasi untuk Perkuat Internasionalisasi melalui Kemitraan dan Sinergi Alumni
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa Resmi Lantik Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026–2030
Dari Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Menjangkau yang Berhak
UNHAS Perkuat Kolaborasi Internasional Kelautan Bersama SHOU dan GDOU
Rusunawa Unhas Dikosongkan, Unhas Tetap Beri Dukungan kepada Mahasiswa Difabel
Hilirisasi Riset FKM Unhas Berdayakan Penyandang Diabetes melalui Inovasi Jus Belimbing Wuluh Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:24 WITA

Dari Laboratorium Menuju Pasar, Unhas Kantongi Izin Edar BPOM untuk 15 Produk Inovasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:07 WITA

Unhas dan Tiran Group Bahas Kemitraan Strategis melalui TIRAN Campus Connect 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:19 WITA

Rektor Unhas Lakukan Restrukturisasi untuk Perkuat Internasionalisasi melalui Kemitraan dan Sinergi Alumni

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:25 WITA

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa Resmi Lantik Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026–2030

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WITA

Dari Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Menjangkau yang Berhak

Berita Terbaru