Dinilai Rawan Intervensi Politik, Pemuda Muhammadiyah Gorontalo Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Ketua Pemuda Muhammadiyah Gorontalo, Zainuddin. Istimewa

Keterangan Foto : Ketua Pemuda Muhammadiyah Gorontalo, Zainuddin. Istimewa

GORONTALO, BANGSAKU.CO — Polemik wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah naungan kementerian menuai beragam respons publik. Salah satunya datang dari Pemuda Muhammadiyah Provinsi Gorontalo, yang menilai gagasan tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kegaduhan baru dalam sistem ketatanegaraan.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Gorontalo, Zainuddin, menyampaikan bahwa meskipun tidak dapat dipungkiri masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam institusi kepolisian, solusi yang ditawarkan tidak seharusnya dengan mengubah posisi Polri dalam struktur kelembagaan negara.

“Wacana ini justru berbahaya. Jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, maka akan semakin rawan terhadap intervensi politik. Sulit mengharapkan kerja-kerja profesional karena kementerian merupakan jabatan politik,” ujar Zainuddin, yang juga merupakan Magister Administrasi Publik.

Baca juga:  Usai Viral, PPATK Janji Tidak Akan Blokir Lagi Rekening Nganggur di 2025

Menurutnya, penempatan Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden justru memberikan ruang kerja yang lebih efektif, adaptif, dan responsif, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Posisi tersebut dinilai penting untuk menjaga independensi kepolisian agar tidak mudah ditarik ke dalam kepentingan politik tertentu.

Zainuddin menegaskan, dalam konteks negara demokrasi, kepolisian tidak boleh diposisikan semata sebagai alat kekuasaan.

“Dalam negara demokrasi, kepolisian bukan sekadar alat penegakan hukum, melainkan penjaga keadilan, kebebasan sipil, dan hak asasi warga negara. Karena itu, posisi struktural kepolisian memiliki implikasi langsung terhadap kualitas demokrasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, menempatkan kepolisian di bawah kementerian—yang secara inheren merupakan organ politik—menyimpan risiko serius bagi demokrasi, mulai dari melemahnya independensi penegakan hukum hingga terbukanya ruang kriminalisasi terhadap kepentingan di luar kekuasaan.

Baca juga:  Innalillahi! Sebelum Ditemukan Meninggal, Ferry Mursyidan Hadiri Acara TNI bareng JK

Pemuda Muhammadiyah Gorontalo mendorong agar upaya pembenahan Polri difokuskan pada penguatan profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi institusi, tanpa harus mengubah desain kelembagaan yang berpotensi melemahkan prinsip checks and balances dalam sistem demokrasi Indonesia.

 

(tas)

Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru