AD/ART Dipersoalkan, Akuatik Makassar Terbelah Usai Harmony dan Queensyah Sama-sama Diklaim Ketua

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO — Organisasi cabang olahraga Akuatik Kota Makassar resmi dinyatakan mengalami dualisme kepengurusan setelah terlaksananya dua Musyawarah Kota (Muskot) dalam waktu berdekatan pada akhir Desember 2025.

Muskot pertama digelar di Hotel Marina Makassar pada 27 Desember 2025. Namun, hasil musyawarah tersebut menuai penolakan dari sejumlah peserta. Penolakan itu diwujudkan dalam bentuk mosi tidak percaya, lantaran pelaksanaan Muskot dinilai melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Federasi Akuatik Indonesia.

Salah satu klub yang menyuarakan keberatan adalah Klub Paotere, klub resmi yang terdaftar dalam database Pengurus Besar Federasi Akuatik Indonesia (PB FAI). Klub Paotere menilai pimpinan sidang tidak bersikap netral serta mengabaikan pendapat peserta musyawarah.

Baca juga:  Partai Panas Cabor Bola Basket di Porprov XVII Sulsel 2022: Makassar Tak Gentar Lawan Sinjai di Depan Pendukung Setia

“Pimpinan sidang tidak netral. AD/ART seolah dilabrak demi kepentingan calon tertentu,” ungkap perwakilan Klub Paotere.
Selain itu, isu tidak adanya regenerasi kepemimpinan juga mencuat. Mantan Ketua Akuatik Makassar masa bakti 2021–2025 disebut mendorong istrinya untuk maju sebagai calon ketua periode berikutnya, yang dinilai mencederai semangat demokrasi organisasi.

AD/ART Dipersoalkan, Akuatik Makassar Terbelah Usai Harmony dan Queensyah Sama-sama Diklaim Ketua

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan prestasi akuatik, sejumlah klub kemudian melayangkan surat pernyataan mosi tidak percaya kepada KONI Makassar, sekaligus menyelenggarakan Musyawarah Kota kedua.

Muskot kedua dilaksanakan di Kopitiam Makassar pada 29 Desember 2025. Dalam forum tersebut, peserta menyepakati hasil musyawarah versi mereka sebagai langkah korektif atas Muskot sebelumnya.

“Kami butuh pemimpin muda yang punya inovasi dan kepedulian kepada klub, bukan yang memperjuangkan kepentingan pribadi,” tegas Samuel, yang akrab disapa Om Sam, perwakilan dari Klub Paotere.

Baca juga:  Cabor Bulutangkis Makassar di Porprov Sulsel 2022 : 3 Medali Emas, 3 Perunggu, 3 Perak

Ia berharap KONI Makassar dapat bersikap bijaksana dan objektif dalam menyikapi dualisme ini, demi terciptanya pembinaan prestasi akuatik yang lebih baik, transparan, serta berpihak penuh kepada atlet dan klub.

Diketahui, dari dua Muskot tersebut, Harmony dan Queensyah masing-masing ditetapkan sebagai Ketua Akuatik Kota Makassar versi musyawarah yang berbeda.

 

(kdp)

Berita Terkait

Mochtar Djuma: Langgar Permenpora dan AD/ART, Musorkotlub KONI Makassar Ilegal
Plt Ketua KONI Makassar Temui Walikota Laporkan Persiapan Musorkot Luar Biasa
H Ismail Berpeluang Terpilih Aklamasi pada Musorkotlub KONI Makassar
Ismail Calon Tunggal Ketua KONI Makassar, Sudirman TMS
Mantan Atlet Nasional Maulana Yusdianto Maju Ketua KONI Makassar Periode 2025-2029
38 Pengurus Cabor Dampingi Haji Ismail Daftar sebagai Calon Ketua KONI Makassar
Hasil Rapat Pleno, Mochtar Djuma Ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum KONI Makassar
Gelar Rapat Pleno, Ketua PSSI Makassar Ahmad Susanto : Kolaborasi Adalah Kunci

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 10:08 WITA

AD/ART Dipersoalkan, Akuatik Makassar Terbelah Usai Harmony dan Queensyah Sama-sama Diklaim Ketua

Rabu, 23 April 2025 - 17:09 WITA

Mochtar Djuma: Langgar Permenpora dan AD/ART, Musorkotlub KONI Makassar Ilegal

Rabu, 23 April 2025 - 15:54 WITA

Plt Ketua KONI Makassar Temui Walikota Laporkan Persiapan Musorkot Luar Biasa

Senin, 21 April 2025 - 18:05 WITA

H Ismail Berpeluang Terpilih Aklamasi pada Musorkotlub KONI Makassar

Sabtu, 19 April 2025 - 22:54 WITA

Ismail Calon Tunggal Ketua KONI Makassar, Sudirman TMS

Berita Terbaru