Pemilihan RTRW, Taufiq : Niat Baik Ini jangan “Dijegal” Alasan Subjektif

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Peneliti Kebijakan Publik Polimetrik Indonesia, Taufiq Arif. net

Keterangan Foto : Peneliti Kebijakan Publik Polimetrik Indonesia, Taufiq Arif. net

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Peneliti Kebijakan Publik Polimetrik Indonesia, Taufiq Arif, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang berinisiatif menggelar Pemilihan Raya (Pemilu Raya) RT dan RW.

Taufiq menilai kebijakan Munafri ini sebagai langkah progresif untuk mengembalikan kedaulatan ke tangan warga, hak yang sempat “hilang” dan tak dirasakan masyarakat di masa-masa sebelumnya.

Namun, Taufiq menyayangkan respons DPRD Kota Makassar yang justru meminta penundaan dengan alasan kesiapan regulasi dan teknis.

Menurutnya, momentum perbaikan demokrasi yang digagas Wali Kota tidak boleh layu hanya karena persoalan administratif yang sebenarnya bisa diakselerasi.

Taufiq Arif menilai langkah Walikota Makassar untuk segera menggelar pemilihan adalah bukti _political will_ yang kuat. Hal ini mengakhiri era “penunjukan sepihak” yang selama ini terjadi.

“Kita harus mengapresiasi Pak Wali Kota Munafri. Di tahun pertamanya menjabat, beliau menunjukkan itikad baik untuk tidak melanggengkan kekuasaan terpusat. Beliau ingin mengembalikan hak warga untuk memilih pemimpin lingkungannya sendiri sebuah hak demokratis yang sebelumnya tidak didapatkan warga akibat dominasi sistem Pj (Penjabat),” ujar Taufiq Arif dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga:  Danny Pomanto Sukses Antar Makassar Masuk Kota Sehat se-Asia Tenggara

Taufiq menambahkan, langkah Munafri ini adalah antitesis dari pola lama. “Jika Wali Kota sudah membuka pintu demokrasi, sangat ironis jika pintu itu justru hendak ditutup kembali dengan alasan teknis regulasi,” tegasnya.

*Bahaya Normalisasi “Pejabat Sementara”*
Dalam kajian kritisnya, Taufiq mengingatkan bahaya jika permintaan penundaan dari DPRD ini dituruti tanpa batas waktu yang jelas. Makassar akan terus terjebak dalam krisis legitimasi kepemimpinan akar rumput.

“Makassar sudah terlalu lama dipimpin oleh RT/RW berstatus Pj yang ditunjuk secara _top-down_. Legitimasi pemimpin itu idealnya lahir dari konsensus warga (_bottom-up_). Pj RT/RW cenderung memiliki beban psikologis; mereka lebih takut pada pemberi SK daripada kepada warga yang dilayani. Inilah yang ingin diputus oleh Wali Kota Munafri, dan seharusnya didukung oleh Legislatif,” jelas Taufiq.

Baca juga:  Hadir Bersama Rakyat, Muda Bergerak Sulsel Ikut Gotong Royong di Pampang Makassar

Regulasi Jangan Jadi Alibi
Terkait argumen DPRD soal ketidaksiapan Perwali, Polimetrik Indonesia menilai argumen tersebut valid secara prosedural namun lemah secara substansial.

“Regulasi itu alat fasilitasi, bukan penghambat. Regulasi kan sudah dibuat dan sudah mengalami perubahan yang merupakan hasil dari kajian. Baik secara teknis maupun non-teknis. DPRD seharusnya tidak merekomendasikan penundaan total. Alibi tersebut merukapan preseden buruk yang menahan laju demokrasi warga yang sudah dirintis oleh Wali Kota,” kritik Taufiq.

*Dampak Pelayanan*
Taufiq menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa ketidakpastian jabatan akibat penundaan akan berdampak pada kualitas layanan publik. RT/RW yang statusnya “menggantung” akan ragu mengambil keputusan strategis di lingkungan.

“Rekomendsi kami sebagai lembaga pemerhati kebijakan publik, agar DPRD dan jajaran birokrasi teknis segera bersinergi mewujudkan visi Wali Kota Munafri. Jangan biarkan niat baik ini tersandera oleh inersia birokrasi,” pungkas Taufiq.

Berita Terkait

Bukan Sekadar Ngopi di Kedai Tujuh Belas, Kalaksa BPBD Makassar Dr Fadli Tahar: Merawat Warisan Nilai dari Tanah Barru
Plt Dirut PDAM Makassar Dr Andi Syahrum Makkuradde Ngopi di Kedai Tujuh Belas, Sembari Silaturahmi dengan Sahabatnya
Dinsos Makassar Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Melalui Sosial Media Mengenai Anak Kecil Di Mini Market
Bukan Sekadar Penandatanganan, BPBD Makassar dan 23 Perguruan Tinggi Langsung Kick Off Gerakan Cetak 23.000 SDM Tangguh Bencana
Dirut Elber Paparkan Inovasi Wajah Baru Terminal Daya, SPBU hingga Hub Logistik Masuk Rencana
RSUD Daya Makassar Hadirkan Inovasi GELIAT, Solusi Penanganan dan Pemulangan Pasien Terlantar
Jalur Afirmasi Daerah Unhas: Seleksi Mahasiswa Sebagai Instrumen Pembangunan SDM Sulawesi Tengah
Walikota Munafri Arifuddin Ngopi Santai di Kedai Tujuh Belas Makassar

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 00:26 WITA

Bukan Sekadar Ngopi di Kedai Tujuh Belas, Kalaksa BPBD Makassar Dr Fadli Tahar: Merawat Warisan Nilai dari Tanah Barru

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:15 WITA

Plt Dirut PDAM Makassar Dr Andi Syahrum Makkuradde Ngopi di Kedai Tujuh Belas, Sembari Silaturahmi dengan Sahabatnya

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:23 WITA

Dinsos Makassar Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Melalui Sosial Media Mengenai Anak Kecil Di Mini Market

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:13 WITA

Bukan Sekadar Penandatanganan, BPBD Makassar dan 23 Perguruan Tinggi Langsung Kick Off Gerakan Cetak 23.000 SDM Tangguh Bencana

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:02 WITA

Dirut Elber Paparkan Inovasi Wajah Baru Terminal Daya, SPBU hingga Hub Logistik Masuk Rencana

Berita Terbaru

PEMKOT MAKASSAR

DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:25 WITA

KECAMATAN PANAKKUKANG

Camat Panakkukang: Kebakaran Sampah di Jalan Leimena Dilakukan ODGJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:15 WITA