Edukasi Pencegahan Cyberbullying Bagi Siswa SMP melalui Literasi Digital yang Positif

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sulawesi Barat mengadakan kegiatan edukasi mengenai cyberbullying di SMPN 1 Campalagian, Kamis 4 September 2025. Istimewa

Keterangan Foto : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sulawesi Barat mengadakan kegiatan edukasi mengenai cyberbullying di SMPN 1 Campalagian, Kamis 4 September 2025. Istimewa

POLMAN, BANGSAKU.CO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sulawesi Barat mengadakan kegiatan edukasi mengenai cyberbullying di SMPN 1 Campalagian, 4 September 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak negatif cyberbullying, pentingnya etika digital, dan cara menghindari perundungan daring melalui literasi digital yang positif.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Iqbal, S.Pd., M.Pd., Munawir Anas, M.Pd., Muh. Inayah A.M, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan mahasiswa seperti Putri Amalia Nedan, Fajri, Ahmad Risal, Ibnu Haikal, dan Kadek Ayu Fernawati.

Edukasi Pencegahan Cyberbullying Bagi Siswa SMP melalui Literasi Digital yang Positif

Dalam kegiatan ini, Dr. Dyan Paramitha Darmayanti, S.Pd., M.Pd. diundang sebagai pemateri untuk memberikan edukasi mengenai cyberbullying, ciri-cirinya, serta langkah-langkah pencegahan dan cara menangani perundungan daring.

Dr. Dyan menjelaskan bahwa cyberbullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pengancaman, penyebaran fitnah, atau pengejekan di media sosial.

“Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda cyberbullying agar kita dapat segera mengambil tindakan yang tepat,” ujar Dr. Dyan dalam penjelasannya.

Ia juga menekankan bahwa edukasi mengenai etika digital perlu dimulai sejak dini, terutama bagi siswa yang masih dalam tahap pembentukan karakter.

Baca juga:  Sekprov Sulbar Idris DP Lantik DPP Kerukunan Keluarga Besar I Manyambungi

Program ini mencakup berbagai bentuk kegiatan seperti modul literasi digital, seminar, workshop, pembuatan video edukatif, serta infografik yang akan membantu siswa lebih memahami konsep cyberbullying dan etika digital.

Dalam seminar dan workshop, siswa dibekali dengan keterampilan untuk mengenali, menghindari, dan melaporkan cyberbullying.

Di SMPN 1 Campalagian, yang memiliki sekitar 500 siswa berusia 12–15 tahun, masalah cyberbullying masih cukup tinggi.

Hasil survei menunjukkan bahwa banyak siswa belum sepenuhnya memahami apa itu cyberbullying, bagaimana cara mencegahnya, dan apa yang harus dilakukan jika mereka atau teman mereka menjadi korban.

Kurangnya pemahaman ini membuat siswa kesulitan mengenali dan menangani perundungan daring.

Bapak Ramli Syamsuddin, S.Pd., M.Si., Kepala SMPN 1 Campalagian, menambahkan bahwa para orang tua juga akan dilibatkan dalam pelatihan yang mengajarkan mereka cara mengawasi penggunaan media sosial anak-anak mereka.

“Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga anak-anak mereka dari potensi risiko di dunia maya. Kami akan menyediakan panduan yang mudah diikuti mengenai cara mengawasi penggunaan media sosial dan mendampingi anak-anak dalam menghadapi cyberbullying,” jelasnya.

Baca juga:  Dihadiri Rektor, Prodi Ilmu Kelautan ITBM Balik Diwa Gelar Edukasi dan Penanaman Mangrove di Makassar

Melalui program ini, diharapkan para siswa dan orang tua di SMPN 1 Campalagian dapat lebih sadar dan lebih siap untuk menghadapi potensi cyberbullying. Selain itu, dengan meningkatnya literasi digital di kalangan siswa, diharapkan mereka akan dapat lebih bertanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya, menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan positif.

Edukasi Pencegahan Cyberbullying Bagi Siswa SMP melalui Literasi Digital yang Positif

Kegiatan ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta Tujuan 16, yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dengan berfokus pada pencegahan kekerasan daring dan promosi inklusi sosial.

Dengan adanya program ini, diharapkan SMPN 1 Campalagian bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, bebas dari perundungan daring, serta meningkatkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menjaga etika digital siswa.

 

(tsf)

Berita Terkait

Dua Anak Hanyut di Sungai Dusun Berampa Campalagian, Warga Lakukan Pencarian
Istri Kades di Polewali Mandar Diduga Campuri Urusan Desa, Bansos Warga Dialihkan ke Orang Lain
Skuad Muda Fantasy FC Perlihatkan Kekompakan dalam Laga Kontra Garuda Sakti Mosso
Hardiknas 2026 Diwarnai Penyegelan Sekolah SLB Negeri Lutang Majene
Mandar United Hentikan Langkah PS Matra di Liga 4 Sulbar
Neo Trans Buka Agen Tiket di Malunda, Permudah Akses Warga Maliaya, Mekkatta hingga Ulumanda
Gelar Halal Bihalal dan Dialog Olahraga, HMO Sulbar Hadirkan Tokoh Bahas Porprov hingga PON 2028
Sambut MABA, HMO Sulbar Buka Akses Informasi dan Pendampingan

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:42 WITA

Dua Anak Hanyut di Sungai Dusun Berampa Campalagian, Warga Lakukan Pencarian

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:19 WITA

Istri Kades di Polewali Mandar Diduga Campuri Urusan Desa, Bansos Warga Dialihkan ke Orang Lain

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:36 WITA

Skuad Muda Fantasy FC Perlihatkan Kekompakan dalam Laga Kontra Garuda Sakti Mosso

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:34 WITA

Hardiknas 2026 Diwarnai Penyegelan Sekolah SLB Negeri Lutang Majene

Sabtu, 25 April 2026 - 14:44 WITA

Mandar United Hentikan Langkah PS Matra di Liga 4 Sulbar

Berita Terbaru