Tokoh Pemuda Malunda Dukung Warga Salutambung Tolak Tambang Pasir di Muara Sungai Tubo, Ishak : Satu Sakit, Sakit Semua

Minggu, 18 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : – Tokoh Pemuda Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene Ishak. Istimewa

Keterangan Foto : – Tokoh Pemuda Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene Ishak. Istimewa

MAJENE, BANGSAKU.CO – Tokoh Pemuda Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene Ishak mendukung warga Desa Salutambung menolak rencana penambangan pasir laut yang akan dilakukan oleh PT Baqba Lembang Tuho di wilayah muara Sungai Tubo di pesisir barat Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Penolakan ini disuarakan karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang tersebut.

Menurut warga, wilayah pesisir yang akan dijadikan lokasi tambang merupakan area yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber penghidupan maupun sebagai bagian dari ekosistem pesisir yang harus dijaga.

Mereka khawatir tambang pasir ini akan menyebabkan abrasi, merusak habitat laut, serta berdampak pada nelayan yang menggantungkan hidup di daerah tersebut.

Baca juga:  SDN No 16 Tanisi Majene Apresiasi Siswa yang Raih Juara Agustusan
Tokoh Pemuda Malunda Dukung Warga Salutambung Tolak Tambang Pasir di Muara Sungai Tubo, Ishak : Satu Sakit, Sakit Semua
Keterangan Foto : Warga Desa Salutambung menyikapi rencana eksploitasi tambang pasir di muara sungai Tubo dan pesisir Dusun Salutambung Barat. Masalembo.id

Lebih dari sekadar isu lingkungan, penolakan tambang ini juga didasari oleh nilai-nilai persaudaraan yang telah lama terjalin antara warga Kecamatan Malunda dan Ulumanda. Bagi mereka, kerusakan di satu wilayah adalah penderitaan bersama.

“Sakit satu, sakit semua,” ungkapnya, yang mencerminkan solidaritas dan kepedulian antarmasyarakat di dua kecamatan tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah mendengarkan aspirasi mereka dan tidak memberikan izin operasi kepada perusahaan tambang.

Mereka menegaskan bahwa pembangunan harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal.

Ishak juga menanggapi, alasan perusahaan untuk mempekerjakan warga lokal.

“Alasan lama itu, alasan itu hampir dipakai disemua tambang baru dibuka. Setelah ada dampak pencemaran lingkungan dan nelayan baru sadar,” pungkasnya.

Baca juga:  Neo Trans Buka Agen Tiket di Malunda, Permudah Akses Warga Maliaya, Mekkatta hingga Ulumanda

 

(fhn)

Berita Terkait

Dua Anak Hanyut di Sungai Dusun Berampa Campalagian, Warga Lakukan Pencarian
Istri Kades di Polewali Mandar Diduga Campuri Urusan Desa, Bansos Warga Dialihkan ke Orang Lain
Skuad Muda Fantasy FC Perlihatkan Kekompakan dalam Laga Kontra Garuda Sakti Mosso
Hardiknas 2026 Diwarnai Penyegelan Sekolah SLB Negeri Lutang Majene
Mandar United Hentikan Langkah PS Matra di Liga 4 Sulbar
Neo Trans Buka Agen Tiket di Malunda, Permudah Akses Warga Maliaya, Mekkatta hingga Ulumanda
Gelar Halal Bihalal dan Dialog Olahraga, HMO Sulbar Hadirkan Tokoh Bahas Porprov hingga PON 2028
Sambut MABA, HMO Sulbar Buka Akses Informasi dan Pendampingan

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:42 WITA

Dua Anak Hanyut di Sungai Dusun Berampa Campalagian, Warga Lakukan Pencarian

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:19 WITA

Istri Kades di Polewali Mandar Diduga Campuri Urusan Desa, Bansos Warga Dialihkan ke Orang Lain

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:36 WITA

Skuad Muda Fantasy FC Perlihatkan Kekompakan dalam Laga Kontra Garuda Sakti Mosso

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:34 WITA

Hardiknas 2026 Diwarnai Penyegelan Sekolah SLB Negeri Lutang Majene

Sabtu, 25 April 2026 - 14:44 WITA

Mandar United Hentikan Langkah PS Matra di Liga 4 Sulbar

Berita Terbaru