Mahasiswa Ilmu Kelautan Unhas Raih Dana Hibah Internasional dari Amerika Serikat

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin, berhasil meraih penghargaan pendanaan internasional dalam skema Rising Explorer Grant yang diselenggarakan oleh The Explorer Club, lembaga eksplorasi bergengsi yang berbasis di New York City, Amerika Serikat.

Ketiga mahasiswa tersebut, yakni Piamaemitatuljanna, Siti Lathifatul Aulia, dan Kesya Ayumi Salsabila Rahman. Ketiganya angkatan 2022 yang mengusung proyek riset senilai 25 juta rupiah bertajuk:

_”Analyzing Variations of Marine Plankton Shapes as a Form of Environmental Adaptation: A Case Study of the Pangkajene Islands.”_

Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi plankton laut sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi lingkungan perairan tropis. Lokasi penelitian di wilayah Kepulauan Pangkajene (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Mentor penelitian, Ardyansyah Kahar, menjelaskan bahwa proyek penelitian ini telah diinisiasi sejak Agustus 2024. Ide awal penelitian dimatangkan dalam diskusi bersama sejumlah dosen FIKP. Para mahasiswa kemudian mendapatkan bimbingan dari Prof. Dr. Ir. Rahmadi Tambaru, M.Si, yang dikenal sebagai pakar Planktonologi Laut.

Ardyansyah menjelaskan topik penelitian ini relevan dengan latar belakang keilmuan ketiga mahasiswa. Sementara pemilihan lokasi penelitian didasarkan pertimbangan kekayaan ekosistem laut di area ini.

Baca juga:  Sekwan DPRD Makassar Salurkan Dana Hibah Pemkot

“Laut di Sulawesi Selatan memiliki wilayah yang sangat luas, dan kami memilih wilayah Pangkep sebagai lokasi eksplorasi jenis-jenis plankton yang berperan penting dalam mekanisme ekosistem laut,” jelasnnya

Plankton merupakan organisme penting dalam membantu mengurangi dampak pemanasan global di laut. Sayangnya, sebagian besar riset mengenai plankton hanya terbatas pada identifikasi jenis dan jumlahnya. Padahal, penting untuk melakukan inventarisasi menyeluruh, terutama untuk mengetahui apakah Indonesia memiliki potensi spesies baru yang belum teridentifikasi.

Selain itu, tim ini juga ingin mengetahui jenis-jenis plankton yang berpotensi dikembangkan sebagai produk inovatif yang dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

“Beberapa universitas di luar negeri telah lebih dulu mengembangkan riset-riset semacam ini. Maka pertanyaannya, bagaimana dengan kita di Indonesia, khususnya di wilayah timur yang memiliki potensi kelautan sangat besar?,” urai Ardyansyah.

Melalui riset ini, diharapkan dapat memberikan dasar bagi pengembangan dan pemetaan distribusi berbagai jenis plankton laut di wilayah Pangkep yang nantinya akan menjadi bagian dari data strategis Kawasan Spermonde. Hal ini diharapkan dapat menunjang berbagai riset di masa depan, khususnya di bidang konservasi kelautan.

“Bagi mahasiswa Unhas, khususnya di FIKP, kami berharap program ini dapat menjadi pemicu lahirnya generasi baru yang memiliki semangat tinggi untuk membangun kampus tercinta melalui karya ilmiah dan riset-riset bermakna,” kata Ardyansyah.

Baca juga:  FSRG Fakultas Kehutanan Unhas Gelar Konferensi Internasional, Rektor Unhas: Sukses Terus FSRG

Mewakili tim, Piamaemitatuljanna menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan melalui pendanaan hibah riset. Dukungan ini menjadi pemicu semangat bagi tim untuk menjalankan penelitian secara lebih serius dan berorientasi pada dampak.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan antusias atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk menjalankan penelitian dengan lebih serius dan berdampak,” ujar Pia.

Saat ini, tim tengah memasuki tahap perencanaan teknis sebelum pelaksanaan di lapangan. Mereka fokus pada penyusunan metode yang tepat agar data yang dikumpulkan memiliki validitas tinggi, terutama karena plankton yang menjadi objek kajian memiliki peran sebagai indikator penting dalam ekosistem laut.

“Kami berharap hasil lapangan nanti bisa memberikan kontribusi ilmiah yang bermanfaat,” jelas Pia.

Melalui keberhasilan ini, para penerima hibah berharap dapat menginspirasi mahasiswa lainnya, khususnya di lingkungan FIKP Unhas, untuk terus mengembangkan riset dan berkontribusi dalam ilmu pengetahuan kelautan yang bermanfaat secara global.

 

(*/dhs)

 

_Ishaq Rahman_

Berita Terkait

Dari Laboratorium Menuju Pasar, Unhas Kantongi Izin Edar BPOM untuk 15 Produk Inovasi
Unhas dan Tiran Group Bahas Kemitraan Strategis melalui TIRAN Campus Connect 2026
Rektor Unhas Lakukan Restrukturisasi untuk Perkuat Internasionalisasi melalui Kemitraan dan Sinergi Alumni
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa Resmi Lantik Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026–2030
Dari Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Menjangkau yang Berhak
UNHAS Perkuat Kolaborasi Internasional Kelautan Bersama SHOU dan GDOU
Rusunawa Unhas Dikosongkan, Unhas Tetap Beri Dukungan kepada Mahasiswa Difabel
Hilirisasi Riset FKM Unhas Berdayakan Penyandang Diabetes melalui Inovasi Jus Belimbing Wuluh Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:24 WITA

Dari Laboratorium Menuju Pasar, Unhas Kantongi Izin Edar BPOM untuk 15 Produk Inovasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:07 WITA

Unhas dan Tiran Group Bahas Kemitraan Strategis melalui TIRAN Campus Connect 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:19 WITA

Rektor Unhas Lakukan Restrukturisasi untuk Perkuat Internasionalisasi melalui Kemitraan dan Sinergi Alumni

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:25 WITA

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa Resmi Lantik Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026–2030

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WITA

Dari Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Menjangkau yang Berhak

Berita Terbaru