Dua Bidan di Jogja Jual Bayi Sejak 2010, Total 66 Bayi dengan Harga Rp 85 Juta

Jumat, 13 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Dua Bidan di Jogja Jual Bayi Sejak 2010, Total 66 Bayi dengan Harga Rp 85 Juta. Int

Keterangan Foto : Dua Bidan di Jogja Jual Bayi Sejak 2010, Total 66 Bayi dengan Harga Rp 85 Juta. Int

BANGSAKU.CO – Dua orang bidan asal Tegalrejo, Kota Yogyakarta, berinisial DM dan JE ditetapkan tersangka terkait kasus perdagangan bayi yang sudah berlangsung sejak 2010.

Dari hasil penyelidikan, kedua tersangka sudah menjual 66 bayi terdiri dari 28 bayi laki-laki, 36 bayi perempuan dan dua bayi tanpa keterangan jenis kelamin.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY menerima laporan adanya dugaan praktik penjualan bayi di sebuah rumah bersalin di Tegalrejo, Yogya.

Diketahui, rumah bersalin itu merupakan milik DM, seorang pensiunan bidan. Sementara JE adalah bidan yang bekerja di rumah bersalin tersebut.

“Untuk TKP-nya di daerah Tegalrejo, Kota Yogyakarta, tempat praktik dokter umum dan estetika,” ucap Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda DIY, Sleman, pada Kamis (12/12/2024).

Baca juga:  Pesan dari Hari Guru Nasional, Saatnya Indonesia Dipimpin Guru Terbaik

“Orang tua kandungnya memang pengin menjual, tetapi sebagai perantara bidan-bidan ini,” timpal Wadirreskrimum Polda DIY, AKBP K Tri Panungko.

Modus yang digunakan tersangka yakni menyamarkan proses jual beli sebagai adopsi ilegal dengan meminta calon adopter untuk membayar sejumlah uang yang disebut sebagai biaya persalinan.

Biaya itu bervariasi, tergantung jenis kelamin bayi yakni untuk bayi perempuan berkisar Rp 55 juta hingga Rp 65 juta. Sementara bayi laki-laki berkisar Rp 65 juta hingga Rp 85 juta.

Menurut Kombes FX Endriadi, bayi-bayi itu dijual ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua, NTT, Bali, Surabaya, dan Bandung.

Dalam beberapa kasus, bayi dijual dengan jarak waktu yang cukup dekat, seperti bayi laki-laki yang dijual di Bandung pada September 2024 dan bayi perempuan yang dijual di Yogyakarta pada Desember 2024.

Baca juga:  Ditanya soal Bukti Kecurangan, Timnas AMIN: Kalau Kita Beberkan Sekarang Itu Namanya Bodoh

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka sudah menjalankan praktik ini sejak tahun 2010.

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:18 WITA

Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara

Berita Terbaru