Uji Coba Obat pada Lalat Pertama di Indonesia, Prof Firzan Nainu Masuk Ilmuwan Berpengaruh di Dunia

Selasa, 8 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Universitas Hasanuddin, Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D. ist

Dosen Universitas Hasanuddin, Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D. ist

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Enam Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil menjadi 2 persen Ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia versi Standford University dan Elsevier BV.

Diantaranya yaitu :
1. Prof. Dr. Muhammad Alif K. Shide, S.Hut., M.Si.,
2. Prof. Dr. Eng. Mawardi Bahri, M.Si.,
3. Prof. Dr. Dahlang Tahir, M.Si.,
4. Prof. Anwar Mallongi, SKM., M.Sc., Ph.D.,
5. Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D.,
6. Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt.

Salah satu penelitian yang menarik yaitu dari Prof Firzan Nainu yang melakukan uji coba obat pada lalat dan menjadi yang pertama di Indonesia.

Menurut Prof Firzan, ide tersebut diperolehnya saat berkuliah di Jepang.

Baca juga:  Rektor pada Kick Off Pencapaian IKU Unhas: Prestasi IKU Adalah Hasil Kerja Keras Seluruh Sivitas Akademika Unhas

“Ini pula yang kadang membuat harga obat mahal, sehingga saya mencoba mencari alternatif yang dapat memudahkan peneliti dengan biaya yang tidak seberapa sehingga harga obat pun tidak melambung tinggi,” ucapnya saat ditemui disela-sela Konferensi Pers Unhas, Rabu (8/10/2025)

Menurut Prof Firzan, lalat memiliki kemiripan hingga 75 persen dengan manusia akan tetapi sudah banyak obat yang bisa diujikan seperti obat kanker, obat hati, diabetes, obesitas, kekebalan tubuh dan masih banyak lagi.

Saat ini, Prof Firzan terus melakukan pengembangan obat dengan lalat sebagai hewan uji coba.

Sekertaris Universitas Hasanuddin, Prof Ir. Sumbangan Baja mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya dini adalah bentuk kebermanfaatan Universitas bagi bangsa dengan melahirkan ilmuan dan peneliti yang dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat.

Baca juga:  Mahasiswa Teknik Sambut Baik Visi-Misi Prof Sukardi Weda sebagai Bakal Calon Rektor Unhas 2026–2030

“Keberadaan Universitas haruslah bermanfaat bagi bangsa dan hal ini sesuai dengan beberapa pilar Unhas yakni melahirkan insan cerdas, kemaslahatan dan tata kelola,” ucapnya

Dengan diakuinya 6 dosen Unhas sebagai ilmuwan berpengaruh maka akan mengangkat nama Unhas dan akan lebih dikenal. “Ini membuat kita setara dengan kampus bergengsi di Jawa dan kita bisa dikenal dunia,” tandasnya.

(*)

Berita Terkait

Dari Laboratorium Menuju Pasar, Unhas Kantongi Izin Edar BPOM untuk 15 Produk Inovasi
Unhas dan Tiran Group Bahas Kemitraan Strategis melalui TIRAN Campus Connect 2026
Rektor Unhas Lakukan Restrukturisasi untuk Perkuat Internasionalisasi melalui Kemitraan dan Sinergi Alumni
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa Resmi Lantik Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026–2030
Dari Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Menjangkau yang Berhak
UNHAS Perkuat Kolaborasi Internasional Kelautan Bersama SHOU dan GDOU
Rusunawa Unhas Dikosongkan, Unhas Tetap Beri Dukungan kepada Mahasiswa Difabel
Hilirisasi Riset FKM Unhas Berdayakan Penyandang Diabetes melalui Inovasi Jus Belimbing Wuluh Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:24 WITA

Dari Laboratorium Menuju Pasar, Unhas Kantongi Izin Edar BPOM untuk 15 Produk Inovasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:07 WITA

Unhas dan Tiran Group Bahas Kemitraan Strategis melalui TIRAN Campus Connect 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:19 WITA

Rektor Unhas Lakukan Restrukturisasi untuk Perkuat Internasionalisasi melalui Kemitraan dan Sinergi Alumni

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:25 WITA

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa Resmi Lantik Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026–2030

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WITA

Dari Rumah ke Rumah, Unhas Pastikan KIP Kuliah Menjangkau yang Berhak

Berita Terbaru