POLEWALI, BANGSAKU.CO – Dalam rangka meningkatkan kompetensi para tenaga pendidik dalam bidang penelitian dan penulisan ilmiah, sejumlah guru di Polewali mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi Mendeley, Minggu (18/8/2024).
Acara yang diadakan di SMPN Matakali Polewali Mandar ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman guru-guru tentang pengelolaan referensi serta sitasi secara efektif menggunakan Mendeley.
Pelatihan ini diharapkan mampu membantu guru-guru dalam mengorganisir referensi secara profesional, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas penulisan karya ilmiah dan penelitian mereka.
Mendeley sendiri merupakan aplikasi manajemen referensi yang digunakan secara luas oleh para akademisi dan peneliti di seluruh dunia, karena mampu mempermudah proses pengutipan, pengelolaan pustaka, hingga kolaborasi antar penulis.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang aktif dalam membuat artikel ilmiah. Mendeley sangat membantu dalam menyusun referensi dengan lebih efisien dan teratur,” ujar (Kamaria), salah satu guru yang mengikuti pelatihan.
Pelatihan ini juga mencakup sesi praktik langsung di mana para peserta diajarkan cara mengunduh, menginstal, serta menggunakan fitur-fitur Mendeley untuk mengelola sumber pustaka mereka.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru di Polewali dapat lebih termotivasi untuk terlibat dalam penelitian yang berkualitas serta menulis karya ilmiah yang sesuai dengan standar akademik.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari (Universitas Negeri Makassar), yang menyatakan bahwa peningkatan keterampilan teknologi informasi dan literasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kualitas pendidikan di era modern.
Dengan menguasai aplikasi seperti Mendeley, guru-guru diharapkan mampu mendorong siswa mereka untuk lebih berinovasi dalam kegiatan akademik.
Pelatihan ditutup dengan komitmen para guru untuk terus menggunakan Mendeley dalam proses penulisan karya ilmiah di sekolah masing-masing, demi terwujudnya pendidikan berkualitas yang berbasis penelitian di Polewali, Sulawesi Barat.
(*)








































