MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Duta Besar Australia untuk Indonesia Her Excellency (HE) Penny Williams melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (5/9/2024).
Kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Her Excellency (HE) Penny Williams disambut hangat Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa.
Terlihat, Dubes Australia didampingi Konsul Jenderal Australia di Makassar, Mr Todd Dias Direktur AIC@Unhas Lab, Dr Nana Saleh.
Ibu Duta Besar Australia untuk Indonesia, HE Penny Williams untuk kedua kalinya berkunjung ke Unhas.
Kunjungan pertama saat mendampingi Perdana Menteri Australia HE Mr Anthony Albanese berkunjung ke Unhas pada tahun 2022, dua pekan setelah beliau dilantik menjadi Perdana Menteri.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Her Excellency (HE) Penny Williams mengucapkan terimakasih kepada Rektor Unhas Prof Djamaluddin Jompa yang telah menerima rombongan Dubes Australia.
Dirinya berharap mahasiswa Australia terus bertambah menempuh pendidikan di Kampus Almamater Merah tersebut.
“Semoga akan lebih banyak mahasiswa Australia belajar disini. Saya senang sekali berkunjung di Unhas,” kata Penny Williams saat Doorstep interview di Hall AIC@Unhas Lab, Kompleks Rektorat Unhas, Kamis (5/9/2024).
Dalam kunjungan, pihaknya berkunjung ke Pusat Disabilitas Unhas dan bertemu dengan para mahasiswa difabel dilanjutkan dengan pertemuan dengan sejumlah alumni Australia di Unhas dan di Makassar. Para alumni tergabung dalam organisasi alumni bernama IKAMA (Ikatan Alumni Australia).
Rektor Unhas Prof Djamaluddin Jompa menuturkan bahwa Unhas dan Australia keluarga dekat.
“Unhas dan Australia adalah keluarga terdekat. Untuk Mahasiswa bagaimana untuk memperkuat hubungan antar generasi untuk sama-sama, bergandengan dan sama-sama kuat,” ujar Prof Djamaluddin Jompa.
Kemudian Ibu Dubes berkunjung ke Kantor Australia-Indonesia Centre (AIC)@Unhas Lab, sebuah lembaga baru yang didirikan bersama oleh Unhas dan AIC yang diberikan mandat antara lain untuk menyelenggarakan Program Riset PAIR (Partnership for Australia Indonesia Research) Sulawesi.
Program PAIR melibatkan 19 universitas di Australia dan di Indonesia dan di-host oleh Unhas. PAIR Sulawesi didanai oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.








































