Wacana Kotak Kosong di Pilgub Sulsel, Pengamat: Rakyat Akan Lawan!

Selasa, 23 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Pengamat komunikasi politik Hasrullah

Keterangan Foto : Pengamat komunikasi politik Hasrullah

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Pengamat komunikasi politik Hasrullah angkat bicara terkait wacana kotak kosong di perhelatan Pilgub Sulsel. Dia mengatakan potensi kemungkinan itu menjadi preseden buruk bagi demokrasi kita di Sulsel.

“Ini bakal menjadi preseden buruk dalam wajah demokrasi yang kita coba bangun dengan susah payah. Kotak kosong ini merupakan fenomena amoralitas demokrasi karena tidak mengindahkan hak rakyat untuk memilih secara bebas,” kata Hasrullah, Selasa (23/7/2024).

Dia mensiyalir, munculnya isu kotak kosong ini karena ada satu kubu yang takut kalah dan punya ambisi sangat besar sehingga menghalalkan segala cara.

“Ya termasuk dengan merancang strategi terciptanya kotak kosong dalam pilkada Sulsel. Ini namanya rakus kekuasaan. Kalau dia petarung, dia harus membuka peluang kontestan lain ikut. Karena kalau tidak, maka dia sejatinya takut kalah dan kalau takut kalah jangan ikut bertarung dan sebaiknya tinggal saja dihutan,” tegasnya.

Baca juga:  Aksi Damai Komunitas BOI Dukung Pelantikan Prabowo-Gibran, Optimis Indonesia Makin Maju

Dia mengatakan seharusnya partai politik jangan ikut arus dalam genderang yang dimainkan karena sangat berbahaya bagi iklim demokrasi di daerah ini.

“Partai harus punya kesadaran bahwa ada hak rakyat untuk bebas memilih siapa pemimpin mereka. Jangan dikebiri hanya karena politik transaksional belaka,” tekannya.

Sebab kalau tidak, lanjutnya, rakyat akan melakukan perlawanan politik dengan memenangkan kotak kosong seperti yang terjadi di Pilwalkot Makassar beberapa tahun silam.

“Kita jangan main-main dengan kecerdasan rakyat. Mereka tahu dan bakal melakukan perlawanan bila mereka dikerangkeng,” imbuh Hasrullah.

Apalagi, kata Hasrullah, Sulsel tidak kekurangan figur pemimpin yang sangat potensial.

“Kita tidak kekurangan pemimpin. Ada demikian banyak yang menonjol. Yang ada saat ini adalah upaya pembusukan demokrasi yang dilakukan pihak yang takut kalah tapi punya uang untuk membujuk partai, pungkasnya.

Baca juga:  Dua Warga Toraja Tewas Mengenaskan Disebuah Kios di Papua

 

 

(*)

 

Berita Terkait

Kejati Sulsel, KMAK, dan Sekolah di Makassar Bersinergi Bentuk Pelajar Berkarakter Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah
Mantap! Kejati Sulsel Tanamkan Karakter dan Kesadaran Hukum kepada Siswa Baru melalui Program Jaksa Masuk Sekolah
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
DPRD Sulsel Perkuat Pengawasan APBD 2026, Salman Alfariz Karsa Sukardi Temui Warga
Penggeledahan Dugaan Korupsi Rp13 Miliar Disdik Sulsel, Djusman AR: Segera Tetapkan Tersangka dan Langsung Tahan
Perjuangan Provinsi Luwu Raya Menguat, BPP DOB Kantongi Masukan Strategis dari Luwu Utara
Bupati Sidrap Lantik 86 Pejabat, Dr. Muhammad Aries Yasin Resmi Pimpin Disporapar
Tak Hanya di Pusat, Djusman AR Desak Kejaksaan Telusuri Dugaan Korupsi MBG hingga Sulsel

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 11:28 WITA

Kejati Sulsel, KMAK, dan Sekolah di Makassar Bersinergi Bentuk Pelajar Berkarakter Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 10:56 WITA

Mantap! Kejati Sulsel Tanamkan Karakter dan Kesadaran Hukum kepada Siswa Baru melalui Program Jaksa Masuk Sekolah

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Senin, 29 Juni 2026 - 21:59 WITA

DPRD Sulsel Perkuat Pengawasan APBD 2026, Salman Alfariz Karsa Sukardi Temui Warga

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:19 WITA

Penggeledahan Dugaan Korupsi Rp13 Miliar Disdik Sulsel, Djusman AR: Segera Tetapkan Tersangka dan Langsung Tahan

Berita Terbaru