BANGSAKU.CO – Polisi membongkar sebuah rumah di Jalan Bukit Barisan, Klojen, Kota Malang diduga soal peredaran narkoba, pada Selasa (2/7/2024).
Diketahui rumah itu adalah pabrik rahasia produsen ganja sintetis. Adanya pabrik ganja sintetis itu hasil pengembangan kasus sebelumnya di Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Pihak kepolisian menemukan lokasi narkoba jenis ganja sintetis di salah satu apartemen yang berada di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
“Ini merupakan hasil pengembangan dari temuan tempat transit sinte di wilayah Kalibata. Saat itu kami mengamankan 23 kg sinte (ganja sintetis),” kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada saat press release di Kota Malang, pada Rabu (3/7/2024).
“Dari hasil pengembangan dan melakukan profiling, kami dapat petunjuk bahwa barang itu berasal dari pabrik di Malang. Kami telusuri dan berhasil mengungkap clandestine laboratry di Malang pada 2 Juli 2024 kemarin, untuk di Malang kami mengamankan 5 tersangka warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mereka adalah FP (21), DA (24), AR (21), YC (23), SS (28),” tambahnya.
Polisi juga bakal melakukan pengembangan atas kasus ini dengan mengidentifikasi WNA yang memberikan panduan pembuatan 3 jenis narkoba termasuk ganja sintetis tersebut.
Menurut Wahyu, penggerebekan di Kota Malang, polisi berhasil mengamankan 1,2 ton ganja sintetis siap edar dan bahan baku setara 2 ton yang siap diproduksi.
“Barang bukti yang diamankan yakni ganja sintetis seberat 1,2 ton, 25 ribu butir pil ekstasi, 25 ribu butir pil xanax, Kami juga menemukan 40 kilogram bahan baku yang setara dengan 2 ton produk jadi. Total zat kimia yang kami amankan bisa diproduksi menjadi 2,1 juta butir pil ekstasi, Selain itu, di dalam pabrik narkoba tersebut juga ditemukan adanya mesin pencacah, mesin pencetak, mesin pemanas, beserta cooler-nya,” ungkapnya.
Ia mengatakan jika clandestine laboratory produsen ganja sintetis di Kota Malang itu merupakan yang terbesar di Indonesia.
“Jadi kenapa ini disebut terbesar di Indonesia, karena 1,2 ton sinte ini adalah yang terbesar kami ungkap di Indonesia,” pungkasnya.








































