Jelang Pilkada – Pilgub di Sulsel, ini Kata Tokoh Pegiat Anti Korupsi Djusman AR

Senin, 10 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Pegiat Anti Korupsi Djusman AR saat menerima penghargaan Special Achivement Awards

Keterangan Foto : Pegiat Anti Korupsi Djusman AR saat menerima penghargaan Special Achivement Awards "Oustanding Transparency and Integrity" dalam CNN Indonesia Award 2024 di Hotel Claro Makassar, Kamis (21/3/2024), lalu.

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati/Walikota dan Gubernur di Sulawesi Selatan tahun 2024. Kini telah menjadi isu sentral diruang publik sejumlah Bakal Calon Kepala Daerah bermunculan baik dari Birokrasi, Politisi hingga Pengusaha.

Figur yang maju nantinya tentunya akan menjadi penilaian bagi masyarakat untuk memilih yang terbaik.

Saat dihubungi Tokoh Pegiat Anti Korupsi Djusman AR, dirinya berpendapat bahwa semua bakal calon yang akan maju pada pesta demokrasi diharapkan menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur.

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada prinsipnya demokrasi ini harus dijaga dan dihargai, jauh dari adanya gesekan atau konflik Horizontal dan Vertikal, apalagi diketahui, semua yang maju adalah putra-putri terbaik Sulsel. Diharapkan saling menjunjung pesan-pesan leluhur, Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge,” kata Djusman AR yang juga Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum & Politik (LP-SIBUK) Sulsel kepada Bangsaku.co, Senin (10/6/2024).

Lanjut Djusman AR, dirinya menilai bahwa masyarakat membutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas dan kapasitas yang baik.

“Namun terlepas dari itu, yang paling terpenting harapan kita khusus kami pegiat anti korupsi melihat kondisi bangsa saat ini, untuk Sulsel, Kabupaten dan Kota. Dibutuhkan figur yang mumpuni, bukan hanya aspek finansial tapi bagaimana kompetensi SDMnya (Sumber Daya Manusia), Visioner dan bermental anti korupsi serta berjaringan luas baik Lokal, Nasional dan Luar Negeri (Internasional) bahkan pemimpin itu harus mampu berbahasa asing misalnya bahasa Inggris sebagai penopang SDMnya untuk dapat beraksesitas luar (Global),” ujar Djusman AR yang juga dikenal sebagai Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi.

Baca juga:  Kapolda Sulsel Lepas Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Ia juga menegaskan bahwa, pemimpin yang baik itu jauh dari perilaku tindak pidana Korupsi dan bebas KKN.

“Lebih spesifiknya bagaimana pemimpin mendatang baik di Pilgub maupun Kabupaten dan Kota berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan bersih dan bebas KKN, sebagaimana termaktub dalam Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN yang menganut asas (1) Kepastian Hukum, (2) Tertib Penyelenggaraan Negara, (3) Kepentingan Umum, (4) Keterbukaan, (5) Proporsionalitas, (6) Profesionalitas, Dan (7) Akuntabilitas. Terkait pemerintahan bersih tidak cukup hanya lisan tapi harus tertulis dalam program Visi – Misinya di dalam lembaran yang akan disetorkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kalau hanya lisan kan itu hanya bualan,” tegas Djusman AR.

Baca juga:  Teguh Esa Bangsawan DJ, S.Hum Mahasiswa Pascasarjana Unhas Tak Gengsi Jadi Pengantar Dagangan Orangtuanya

“Kesimpulannya, itu bisa menjadi bahan penilaian (Tracking) terhadap figur-figur yang akan maju dan paling gampang menilainya yang pernah menjabat, apakah saat mengembang amanah, dia baik atau buruk? Bagaimana perilaku dan penerapan asasnya saat menjabat? baik yang pernah menjabat Bupati – Wakil Bupati, Walikota – Wakil Walikota, Gubernur dan Wakil Gubernur serta anggota DPR/DPRD,” tuturnya.

Bang Djus sapaan akrab Djusman AR juga menyampaikan kepada Bakal Calon Kepala Daerah untuk tidak bergantung kepada cukong-cukong Politik.

“Untuk mewaspadai keterikatan atau ketergantungan kepada cukong-cukong politik. Meningat jika terpilih akan muncul tagihan atau tekanan, baik proyek dan lainnya. Faktor itulah membuat beberapa Fiqur Kepala Daerah terjerat korupsi, contohnya banyak di Sulsel maupun diluar Sulsel,” tutup Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, itu.

 

 

(tsr)

Berita Terkait

Lantik DPD GRIB Jaya Sulsel, Zulkarnaen : Jaga Nama Baik Organisasi
Kajati Sulsel Bersama Jajaran Gelar Tausiah Pentingnya Kesadaran Berqurban
Pengprov Perbakin Sulsel Kembali akan Gelar Pelatsar Berburu ke-VI 2024
Dokter Abdul Rahman Rauf Terpilih secara Aklamasi sebagai Ketua KKLT Periode 2024-2029
Soal Gelembungkan Suara Caleg, ini Kata Ketua KPU Bone Yusran Tajuddin
H Amran Mahmud Ngopi dan Didaulat jadi Iman Sholat Maghrib di Kedai Tujuh Belas, Ini Pernyataannya Soal Pilkada Wajo 2024
Kajati Sulsel Agus Salim Hadiri Supervisi dan Bimtek Optimalisasi Penyelesaian Uang Pengganti yang Diputus Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 1971
Bangun Sinergitas Kolaborasi, Kejati Sulsel Bersama PT Pelabuhan Indonesia Regional Empat Gelar Penandatanganan MOU

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024

PDAM Pengerjaan Pompa di IPA III Antang Selesai, Tekanan Debit Air Dinormalkan Bertahap

Kamis, 13 Juni 2024

Produksi Air Bersih Sementara Dihentikan, PDAM Makassar Akan Lakukan Perbaikan Pompa Air Baku di IPA III Antang

Selasa, 11 Juni 2024

Maintenance Trafo di IPA 5 Somba Opu, PDAM Makassar Akan Lakukan Pengerjaan 2 Buah Trafo Secara Bergantian

Senin, 10 Juni 2024

Jelang Porpamnas VIII di Makassar, Beni Iskandar Pimpin Panitia Daerah Audiensi dengan Wali Kota Makassar

Minggu, 9 Juni 2024

Dirut Perumda Air Minum Makassar Beni Iskandar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua DPP Perpamsi Bidang Kelembagaan

Minggu, 9 Juni 2024

Dirum PDAM Makassar Dampingi Wali Kota dan Ketua TP PKK Tinjau Persiapan Lomba Kelurahan Terpadu

Kamis, 30 Mei 2024

Beni Iskandar Hadiri Rakor Lomba Kelurahan Terpadu

Selasa, 21 Mei 2024

Kebocoran Pipa Terjadi di Jalan Dr Leimena, PDAM Makassar Sarankan Pelanggan Menampung Air Sebelum Proses Pengerjaan

Berita Terbaru